Nganjuk, Jurnal Jatim – Sebanyak 48 orang para pencari kerja mendapatkan pelatihan kompetensi dari dinas tenaga kerja Nganjuk, Jawa Timur agar bisa diterima di dunia kerja serta meningkatkan perekonomian keluarga.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, Marsini mengungkapkan pelatihan tersebut diselenggarakan di PT Prominent Abadi Sentosa Kabupaten Nganjuk.
Pelatihan puluhan tenaga kerja itu untuk meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para pencari kerja sehingga nantinya siap bersaing di dunia kerja yang semakin ketat.
“Alhamdulillah setelah diresmikan Asisten Administrasi Umum Pemkab Nganjuk pada 17 Maret lalu, kini pelatihan keterampilan berbasis kompetensi diselenggarakan di PT Prominent Abadi Sentosa Nganjuk, yang berlangsung selama 20 hari,“ ungkapnya, Selasa (5/4/2022).
Pelatihan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Para peserta mendapatkan fasilitas berupa pakaian, alat tulis kantor (ATK), bahan perlengkapan praktik dan juga uang saku dari Disnaker Kabupaten Nganjuk.
Lebih lanjut Marsini mengatakan, pelatihan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia para pencari kerja di Nganjum.
“Sehingga mendapatkan keterampilan sebagai bekal untuk bekerja di industri atau perusahaan,” jelas Marsini.
Dikatakan Marsini, dengan memberikan pembekalan kompetensi kepada para pencari kerja, diharapkan bisa lebih siap bersaing di pasar kerja. Karena pembekalan kompetensi adalah salah satu upaya untuk mengatasai problematika pengangguran terbuka di Nganjuk.
“Oleh karena itu, saya berpesan agar setelah selesai dari pelatihan ini, saudara tetap dapat meningkatkan kualitas pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki,” ujar Marsini.
Marsini menyarankan para pencari kerja di Nganjuk agar mencari pekerjaan melalui jalur yang resmi yakni di Dinas Tenaga Kerja. Karena Disnaker mewakili pemerintah akan menjembatani para putra daerah untuk mendapatkan pekerjaan. “Saatnya, Nganjuk Bangkit,“ tandasnya.
Ia menambahkan, pelatihan keterampilan berbasis kompetensi pada 2022 itu diikuti 48 peserta yang fokus pada pelatihan menjahit berbasis kompetensi.
“Nantinya akan ada gelombang berikutnya yang mengikuti pelatihan dengan bidang yang sama,“ tambahnya. [PING]
Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.