oleh

Pelaku Penipuan Ibadah Umrah di Mojokerto Habiskan Uang Untuk Trading

Mojokerto, Jurnal Jatim – Uang miliaran rupiah yang diduga hasil dari penipuan pemberangkatan ibadah umrah dengan biaya murah dan investasi bodong yang dilakukan Nasir di Mojokerto rupanya dihabiskan untuk bermain trading (hipo).

M. Nasir kini mendekam di sel tahanan Polres Mojokerto akibat perbuatannya melakukan penipuan prmberangkatan ibadah umrah dengan biaya murah dan kegiatan usaha investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

“Dari kasus ini, kami mengamankan satu orang pelaku bernama M. Nasir,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar dalam pers rilis, Selasa (17/11/2021) lalu.

Awal kejadian sekitar akhir tahun 2018 lalu. Pelaku Nasir menawarkan kepada masyarakat terkait usaha ibadah umrah dengan biaya murah yakni Rp10 juta per orang dengan keberangkatan umrah dalam kurun waktu 2 tahun.

Tak hanya itu, sekitar April 2020, pelaku juga menawarkan kepada masyarakat terkait usaha investasi dengan iming-iming keuntungan besar yakni modal minimal Rp1 juta akan mendapatkan keuntungan sebesar 14 persen x 15 bulan.

Namun kenyataannya, setelah menerima uang itu, pelaku tidak dapat memenuhi janjinya, yakni memberangkatkan para jamaah umrah maupun memberikan keuntungan kepada pemodal usaha investasi.

Pelaku tidak dapat mengembalikan uang jamaah umrah dan uang modal investasi karena pelaku menggunakan uang itu untuk kepentingan hidup sehari-hari dan habis dipakai dalam aplikasi trading (Hipo).

“Jumlah korban yang ikut dalam jamaah umrah dan usaha investasi ini mencapai 200 orang dengan nominal uang yang berbeda, diperkirakan kerugian mencapai Rp1,5 miliar,” ungkapnya.

Selain pelaku, Polres Mojokerto juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa lembar kuitansi pembayaran serta beberapa lembar surat pernyataan pengembalian uang tanggal 26 April 2021.

“Perbuatan pelaku telah melanggar pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun,” tegasnya.

Kapolres Mojokerto mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati serta tidak mudah terpengaruh tawaran pemberangkatan ibadah umrah dengan biaya murah maupun kegiatan usaha investasi yang memberikan iming-iming keuntungan yang besar.

“Karena kedua hal itu kemungkinkan besar adalah penipuan,” pesan Apip mengimbau.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel