Kediri, Jurnal Jatim – Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Cabang Kediri menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) di aula RS SLG, Minggu (19/4/2026) untuk memilih ketua baru periode 2026-2030.
Pada Muscab sekaligus Halalbihalal, Sulistyo Budi, terpilih memimpin organisasi alumni Unair di Kediri untuk periode mendatang.
Dalam sambutannya, Sulistyo menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi. Salah satu fokus utamanya melakukan pendataan ulang alumni Unair di Kediri secara lebih sistematis dan akurat.
“Data alumni yang ada saat ini masih bersifat asumsi. Diperkirakan jumlahnya lebih dari seribu orang. Ini potensi besar yang harus kita kelola dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, para alumni Unair di Kediri didominasi kalangan intelektual dan profesional di berbagai bidang. Potensi tersebut, kata Sulistyo, harus dioptimalkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain konsolidasi, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan dampak sosial. Hal ini sejalan dengan arahan pengurus pusat IKA Unair agar organisasi alumni tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga aktif dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Sulistyo menyebut sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian ke depan, di antaranya persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah dan berkurangnya sumber air bersih. Ia menilai kedua persoalan tersebut menjadi tantangan serius yang perlu segera dicarikan solusi.
“Kami akan mengkaji lebih dalam, apakah memungkinkan bagi IKA Unair Kediri untuk terlibat langsung dalam memberikan solusi, baik melalui pendekatan keilmuan maupun kolaborasi lintas sektor,” katanya.
Ia juga mencontohkan langkah konkret yang telah dilakukan cabang lain, seperti IKA Unair Tulungagung yang berkontribusi dalam penanganan kekeringan di sejumlah wilayah. Program tersebut dinilai berhasil dan bahkan mendapat pengakuan secara nasional.
“Hal-hal seperti itu yang ingin kami adaptasi. Bagaimana alumni bisa benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sulistyo juga menyoroti kekuatan alumni Unair di sektor kesehatan. Menurutnya, banyak lulusan fakultas kedokteran Unair yang kini berkiprah sebagai tenaga medis hingga pimpinan rumah sakit di Kediri.
Potensi ini, lanjut dia, akan dioptimalkan untuk mendukung program-program sosial, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.
Selain itu, kepengurusan baru juga akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sinergi yang kuat harus diawali dengan basis data dan organisasi yang solid.
“Kunci utama kita adalah konsolidasi. Setelah itu, baru kita bisa bergerak lebih luas dengan kolaborasi yang terarah,” tegasnya.
Sementara itu, ketua IKA Unair Kediri sebelumnya, Nonot Suhartono menilai para alumni di wilayah tersebut memiliki posisi strategis di berbagai sektor. Mulai dari direktur rumah sakit hingga pejabat di lingkungan pemerintahan daerah.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat jaringan yang telah ada serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Dengan potensi yang dimiliki, saya yakin IKA Unair Kediri bisa memberikan kontribusi besar, misalnya melalui forum diskusi atau kajian ilmiah untuk membantu menyelesaikan persoalan daerah,” ujarnya.
Setelah memiliki kepemimpinan baru ini, IKA Unair Kediri diharapkan semakin solid, terorganisir, dan mampu menjadi motor penggerak kontribusi alumni bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Kediri dan sekitarnya dengan mengusung tema “Mapan Berbudaya”.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






