oleh

Beraninya Keroyokan, Empat Pemuda Ini Pasrah Dibekuk Polisi Tuban

Tuban, Jurnal Jatim – Eempat orang pemuda di Tuban, Jawa Timur nekat melakukan pencurian dan pengeroyokan terhadap Dedi Candra Pradana (20), asal Desa Soko, Kecamatan Temayang, Bojonegoro hingga babak belur. Pemicunya karena faktor cemburu

Keempat pelaku telah dibekuk anggota Satreskrim Polres Tuban. Mereka yakni Mohammad Lubaibil Asror (20), asal Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Tuban. Lalu Bagas Adi Putra (19), pria asal Desa Semen Pinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Kemudian Edi Susandi (20), warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Serta Ahmad Sulkan (20) pria asal Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Tuban.

“Satu pelaku MLA (Mohammad Lubaibil Asror) merupakan residivis kasus yang sama, dan keempat pelaku telah ditahan,” ungkap Kapolres Tuban AKBP Darman, Jumat (5/11/2021).

Menurut Darman, mereka melakukan kejahatan secara bersama-sama karena terbakar api cemburu. Salah satu pelaku tidak terima kekasihnya dibonceng oleh pria lain yakni korban.

“Merasa tidak terima si perempuan dibonceng dan dichat korban. Motifnya cemburu,” kata Darman menjelaskan.

Bermula korban Dedi kenal cewek cantik berinisial NI warga Tuban melalui media sosial Facebook. Dari perkenalan itu, Dedi mengajak janjian untuk ketemuan. Setelah sepakat, Dedi menjemput NI dengan mengendarai sepeda motor lalu mengajaknya keluar, Minggu, malam (31/10/2021).

“Pada kasus ini saksi dari perempuan mengaku kenal korban lewat facebook, dan janjian keluar bersama,” katanya.

Salah satu pelaku Mohammad Lubaibil Asror yang mengetahui itu tidak terima,  karena NI adalah kekasihnya. Kemudian, ia mengajak tiga orang temannya untuk menghadang korban ketika melintas di jalan area persawahan di Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Tuban.

“Saat melintas di jalan area persawahan, sepeda motor yang dikendarai korban membonceng perempuan itu diadang empat pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor,” terangnya.

Setelah itu, keempat pelaku langsung turun dan secara berjamaah menghajar korban hingga babak belur. Tidak hanya itu, tas korban yang berisi handphone dan sejumlah barang berharga diambil para pelaku.

“Tas milik korban ditarik paksa oleh pelaku hingga putus,” ungkap mantan Kapolres Sumenep itu.

Puas menghajar korban, keempat pelaku langsung kabir dengan menggunakan sepeda motornya. Korban yang berupaya mengejar para pelaku tak membuahkan hasil.

“Korban sempat mengejar pelaku tapi kehilangan jejak karena tidak paham daerah tersebut,” jelas AKBP Darman.

Setelah kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Rengel, Polres Tuban. Korban melaporkan dalam kondisi luka memar di bagian wajah, bengkak di kedua mata, luka memar di pelipis kiri, dan bibir atas luka terbuka.

“Ketika laporan, korban mengaku telah dikeroyok dengan cara dipukuli dengan tangan dan ditendangi empat orang,” jelasnya.

Mendapat laporan itu, anggota polsek bersama tim Satreskrim Polres Tuban melakukan penyelidikan dan menggali keterangan sejumlah saksi. Alhasil, polisi mengetahui ciri-ciri para pelaku hingga dilakukan pengejaran.

Hingga akhirnya, tiga pelaku berhasil ditangkap ketika berada di kos Desa Rengel, Kecamatan Rengel. Sedangkan, satu orang pelaku yaknk Ahmad Sulkan diamankan di rumahnya.

“Ketiga pelaku diamankan ketika berada di kos dan satu pelaku ditangkap berada di dalam rumahnya,” tutup Darman.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel