oleh

Tok, Sebegini Vonis Hakim untuk Pengusaha Penipu Cek Kosong di Tuban

Tuban, Jurnal Jatim – Majelis Hakim telah memvonis pengusaha konstruksi asal Tuban, Jawa Timur, Wahyuda Abdullah (48) pidana penjara selama satu tahun. Hakim meyakini Wahyuda Abdullah bersalah melakukan penipuan dengan menggunakan cek kosong.

“Terdakwa terbukti secara sah melalukan tindak pidana penipuan dengan dihukum selama satu tahun penjara,” ungkap Humas Pengadilan Negeri  Tuban, Uzan Purwadi, Rabu (24/8/2022).

Hakim juga memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk membiarkan Wahyuda Abdullah mendekam dalam tahanan. Ia kini ditahan di Lapas kelas IIB Kabupaten Tuban.

Vonis majelis hakim pada Rabu 27 April 2022 itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Saat itu JPU Kejari Tuban menuntut terdakwa hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. “Majelis hakim juga menetapkan terdakwa untuk tetap ditahan,” katanya

Perkara bermula terdakwa membutuhkan suntikan modal sebesar Rp100 juta untuk mengembangkan usahanya. Kemudian, dia pinjam uang kepada korban berinisial ACN yang merupakan pegawai administrasi di perusahaan terdakwa yakni CV. Cipta Mandiri.

“Korban saat itu merupakan pegawai terdakwa dan merasa kasihan kepada terdakwa, akhirnya korban meminjam uang ke BPR Menteri Terang Kantor Cabang Jatirogo dengan jaminan sertifikat rumah milik korban,” ujarnya.

Setelah dana cair, uang Rp100 juta langsung diserahkan kepada terdakwa dengan perjanjian akan dilunasi setelah enam bulan kedepannya. Termasuk, terdakwa juga sanggup akan membayar bunga musiman setiap bulannya.

Enam bulan lewat, ternyata janji terdakwa tidak ditepati dan tidak sanggup membayar utang termasuk bunga setiap bulannya. Hingga akhirnya, korban mendatangi rumah terdakwa di Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota Tuban.

“Karena tidak ada upaya untuk melunasi utang, maka terdakwa didatangi korban dengan tujuan untuk menagih hutang,” jelas Uzan.

Pada saat ditagih, korban selalu diberi oleh terdakwa berupa cek Bank Jatim dengan cap CV. Cipta Mandiri yang totalnya ada sebanyak enam lembar dengan waktu yang berbeda.

Jumlah enam cek itu dengan rincian besaran Rp22.750.000, Rp31.600.000, Rp39.790.000, Rp50 juta sebanyak dua kali, dan terakhir Rp85 juta.

“Setiap mendapatkan cek dari terdakwa, korban langsung membawa ke Bank Jatim untuk dicairkan,” katanya.

Namun, pihak Bank Jatim menyatakan cek tersebut tidak dapat dicairkan karena saldo pada rekening atas nama CV. Cipta Mandiri tidak cukup alias cek kosong. Merasa tertipu, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan pelaku ditangkap.

“Akibat perbuatan terdakwa tersebut. Korban harus menanggung pembayaran bunga pokok dan denda Rp50 juta,” katanya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.