Harga Kedelai Mahal, Produsen Tahu di Jombang Tiap Hari Rugi Rp500 Ribu

Jombang, Jurnal Jatim – Harga kedelai yang terus meroket tembus lebih dari Rp11.000 per kilogram benar-benar membuat kelabakan para perajin (produsen) tahu di Jombang, Jawa Timur.

Lebih dari 80 produsen tahu di Jombang memutuskan mogok produksi mulai Minggu (20/2/2022) hingga tiga hari ke depan karena tak kuat terus menerus menanggung rugi.

Seperti yang dirasakan oleh Mukhibulloh (32), produsen tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Ia mengaku, tiap hari rugi ratusan ribu rupiah akibat mahalnya harga bahan baku kedelai.

“Namanya orang usaha, orang dagang yang dicari itu kan untung, kalau masih bisa balik modal sih gak apa-apa, tapi kalau terus merugi  kan dampaknya juga jelek, nanti bisa gulung tikar,” ujar Mukhibulloh, Senin, (21/2/2022).

Harga Kedelai Mahal, Produsen Tahu di Jombang Tiap Hari Rugi Rp500 Ribu

Mukhibulloh sudah bertahun-tahun produksi tahu di rumahnya, Desa Mayangan. Selain Mukhibulloh, di Desa Mayangan ada puluhan pabrik produksi tahu rumahan.

Mukhibulloh sehari-hari dibantu sejumlah pegawai yang tugasnya beda-beda. Mulai tugas di bagian penggilingan, pengapian, produksi hingga packing (mengemas).

Tahu yang diproduksi tersebut dipasarkan ke para pelanggannya di daerah Pulau Madura, Jatim. Namun, sejak harga kedelai naik terus menerus dalam beberapa pekan terakhir, Mukhibulloh mengaku kelabakan.

“Isinya itu dikurangin aja hasilnya tahu kurang maksimal, konsumen mintanya hasilnya yang paling besar semua. Seperti tadi ada tahu yang tersisa, itu kan akibat pengurangan isi sehingga hasil tahu kurang maksimal,” katanya.

Mukhibulloh mengaku tak bisa lagi memutar otak lagi karena tak pernah dapat untung. Kerugian terutama pada operasional, untuk gaji pegawai dan penjualan tahu ke daerah Madura.

“Kerugiannya terletak pada operasional yang setiap hari tidak bisa dikurangi, mobil kalau berjalan semisal BBM Rp200 kan gak bisa dikurangi Rp100. Kerugian per hari sekitar Rp500 ribuan, tergantung jumlah produksi, semakin banyak ya semakin rugi,” ujarnya.

Ia pun memutuskan berhenti produksi alias mogok produksi selama tiga hari ke depan bersama para perajin tahu lainnya sembari menunggu harga kedelai stabil. Sejumlah pegawainya juga terpaksa diliburkan.

“Kami berharap pemerintah memberikan solusi agar harga kedelai turun dan stabil lagi,” kata Mukhibulloh.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.