oleh

Sering Mangsa Ayam, Ular Piton Ditangkap di Halaman Rumah Warga Tuban

Tuban, Jurnal Jatim – Ular piton dengan ukuran besar yang sering memangsa hewan ayam warga Tuban, Jawa Timur berhasil ditangkap oleh petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat.

Ular piton sepanjang 3,5 meter tersebut ditangkap petugas saat ada di halaman rumah warga Kembangbilo, Kecamatan Kota Tuban. Hewan melata itu ditangkap karena meresahkan masyarakat.

Kini ular piton tersebut telah diamankan petugas di gudang kantor BPBD BPBD. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak segan melapor apabila mengetahui adanya hewan yang membahayakan.

“Ular sudah kita amankan, masyarakat jangan sungkan untuk melapor apabila mendapati hewan yang berbahaya di lingkungan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Yudi Irwanto, pada Selasa (4/1/2022).

Yudi mengatakan, penangkapan ular itu dari laporan masyarakat yang resah lantaran sejumlah ayam warga hilang yang disinyalir dimakan ular piton.

Kemudian, tidak disengaja ular jenis mamalia itu muncul di halaman depan rumah warga di lokasi kejadian. Warga pun langsung melaporkannya ke petugas BPBD Tuban.

“setelah ada laporan, anggota langsung ke lokasi sekitar pukul 01.30 Wib,” jelas kepala pelaksana BPBD Tuban.

Proses penangkapan ular tidak sampai menyulitkan petugas. Pasalnya, dengan menggunakan tongkat penjepit hewan melata itu bisa ditangkap dan mulutnya diikat dengan lakban. Kemudian ular sanca batik itu dimasukan ke dalam karung goni.

“Penangkapan ular tidak menyulitkan petugas, dan tidak ada korban jiwa,”  kata Yudi menegaskan.

Menurut Yudi, tertangkapnya ular piton itu membuat masyarakat merasa lega. Sebab, selama ini masyarakat merasa takut karena sejumlah ayam milik warga sempat hilang.

Informasi yang dihimpun, ular piton atau sanca kembang adalah salah satu ular jenis Pythoniadae (piton) dengan nama latin Malayopython reticulatus.

Ular dengan panjang rata-rata 1,5-6,5 meter dan berat 1-75 kg itu juga lazim ditemukan di hutan tropis, padang rumput, maupun perairan air tawar Cina, Sri Lanka, Nepal, Australia, hingga sepanjang sub-Sahara Afrika.

Indonesia jadi salah satu negara habitat sanca kembang selain negara Asia Tenggara lain, terutama Malaysia dan Myanmar.

Ular dari marga Malayopython tersebut lazimnya memakan burung, tikus, babi hutan, monyet, atau rusa. Sementara jika tinggal di dekat hunian manusia, ular itu memburu ayam, kucing atau anjing.

Gaya berburu sanca kembang khas ular besar dengan menangkap dan melilit kuat mangsanya hingga kehabisan nafas atau hingga tulang dada serta panggulnya remuk sehingga akan lebih mudah saat ditelan bulat-bulat.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel