oleh

Gertak Nyamuk Upaya Cegah Demam Berdarah di Kota Kediri

Kediri, Jurnal Jatim – Gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak Nyamuk) salah satu bagian dari upaya Pemerintah kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur mencegah kejadian luar biasa demam berdarah di wilayah setempat.

Gertak Nyamuk dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan Kota Kediri seiring prediksi puncak terjadinya demam berdarah Januari sampai Februari 2022.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, Pemerintah Kota Kediri melakukan Gertak Nyamuk setiap Jumat di seluruh Kelurahan kota setempat.

“Kemarin saya lakukan pemberantasan sarang nyamuk yang ada di Kelurahan Pocanan. Jadi Pemerintah Kota Kediri melakukan Gertak Nyamuk ini setiap hari Jumat,” kata Abdullah Abu Bakar di RW 02, Kelurahan Pocanan, Kota Kediri, Sabtu (8/1/2021).

Disetiap kegiatan Gertak Nyamuk, Wali Kota Kedri juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

“Kita juga membawa ikan cupang yang kita bagikan kepada warga, karena ini sangat efektif memakan jentik nyamuk,” ujarnya.

Ikan cupang dan Abate yang dibagikan kepada warga tersebut dibeli dari petani cupang di Kelurahan Ketami, Kota Kediri sebagai upaya untuk pemberdayaan dan membangkitkan ekonomi.

Orang nomor satu di Kota Kediri itu meminta agar Gertak Nyamuk dilakukan bersama-sama. Kader jumantik yang ada di setiap kelurahan diharap lebih aktif memeriksa jentik nyamuk di rumah warga dan terus memberikan edukasi.

Menurut dia, yang bisa menjadi sarang nyamuk harus segera dibersihkan sehingga melalui Gertak Nyamuk tidak ada kejadian luar biasa di Kota Kediri.

“Langkah ini sebagai upaya pencegahan. Jangan sampai ada kejadian luar biasa baru kita bergerak. Kita harus gotong-royong melakukan ini,” katanya.

“Saya berharap mudah-mudahan dengan kita bergerak bersama untuk membasmi sarang nyamuk maka tidak ada kejadian demam berdarah. Perhatikan juga air di bawah kulkas dan gantungan baju yang bisa jadi sarang nyamuk,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima menambahkan sampai dengan saat ini kasus demam berdarah di Kota Kediri tidak banyak.

Ia menyebut, bila dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama, kasusnya menurun jauh sekitar 70 persen. Meski begitu, upaya pencegahan harus terus dilakukan, salah satunya melalui Gertak Nyamuk.

“Kita libatkan seluruh elemen yang ada di Kota Kediri untuk melakukan Gertak Nyamuk. Karena percuma kalau tidak dilakukan serentak. Hasilnya tentu tidak maksimal. Bulan Januari hingga Februari biasanya menjadi puncak dan kita harus terus melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk,” kata Fauzan.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Hafid