Diturunkan Dari Gantung Diri, Pemuda di Jombang Masih Hidup

JOMBANG (Jurnaljatim.com) – Anang Junaedi (23) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya, Dusun Kebonmelati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, pada Kamis pagi (16/4/2020).

Peristiwa bunuh diri itu, pertama kali diketahui oleh ibunya Sri Rahayu (59) yang sedang ke dapur. Tiba-tiba, melihat anaknya sudah dalam posisi tergantung dengan menggunakan seutas tali tampar warna biru, menghadap ke selatan dengan posisi kedua kaki menekuk ke belakang.

“Yang tahu pertama kali ibunya, korban gantung diri di dapur,” kata Kapolsek Jogoroto AKP Bambang Setiyobudi yang melakukan olah TKP.

Melihat anaknya dalam posisi tergantung, Sri Rahayu berteriak histeris dan minta pertolongan. Beberapa tetangga sekitar datang dan menbantu menurunkan korban. Saat diturunkan, korban masih dalam keadaan hidup.

“Masih bernafas, selanjutnya dibawa ke RSUD Jombang, lalu setelah sampai di RSUD dilakukan pemeriksaan, dan tidak begitu lama dinyatakan meninggal dunia,” ujar Bambang dalam rilis tertulisnya.

Mantan Kapolsek Diwek tersebut megungkapkan, dalam olah TKP dan pemeriksaan puskesmas setempat, tidak diketemukan tanda-tanda kekerasaan atau penganiayaan. Korban murni meninggal karena gantung diri.

Menurut keterangan keluarga korban dan perangkat desa setempat, korban sebulan yang lalu diberhentikan dari tempat kerjanya. Dan selama di rumah, korban terlihat depresi dan tertutup serta sering tertawa sendiri.

“Dugaan sementara, korban bunuh diri karena depresi di PHK (pemutusan hubungan kerja) atau diberhentikan dari tempat kerjanya,” pungkasnya.


Editor: Azriel