Kediri, Jurnal Jatim – Salah seorang santri pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri berusia 12 tahun mengalami kejadian pilu. Dia mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan sesama santri di pondok tersebut.
Pengakuan santri asal Kabupaten Blitar tersebut diceritakan kepada orang tuanya saat menjenguk di pondok, pada Minggu (9/8/2026). Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Kediri Kota.
Hingga kini, polisi telah memeriksa dua anak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.
Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari mengatakan, pengaduan dugaan tindak pidana pencabulan itu terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Sundari, penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota masih melakukan pendalaman. Sejumlah saksi dan korban telah dimintai keterangannya.
“Polres masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa dan meminta keterangan dari para saksi dan korban,” kata Sundari, Rabu (12/8/2026).
Sundari menjelaskan, bermula orang tua korban menjenguk anaknya di pesantren pada Minggu (9/8/2026). Saat bertemu orang tuanya, korban menceritakan kejadian yang diduga dialaminya.
Dua anak yang diduga terlibat masing-masing berusia 15 tahun dan 12 tahun. Keduanya juga telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota.
Sementara itu, pihak Pondok Pesantren AB Mojo membenarkan adanya kasus yang melibatkan para santri di lingkungan pesantren. Pengurus Ponpes menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di luar pengetahuan pengurus pesantren.
“Kami memohon maaf atas kasus yang terjadi. Kejadian ini di luar pengetahuan dan pengawasan kami. Pihak Ponpes akan mendampingi korban dan keluarganya,” ujar pengurus ponpes AB Mojo, Abdul Rozaq,
Pihak pesantren, kata di, juga telah menyerahkan penanganan kepada kepolisian dan menyatakan siap mendampingi korban serta keluarganya.
Rozaq mengatakan, dua anak yang diduga terlibat berasal dari Jawa Tengah. Salah satunya disebut merupakan teman sekamar korban, sedangkan satu lainnya merupakan santri yang lebih senior.
Hingga Rabu (12/8/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh perkara tersebut, termasuk meminta keterangan dari korban dan para saksi.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






