Tiga Korban Kebakaran Jaksel Dimakamkan di Kediri, Satu Keluarga Tunaikan Wasiat Terakhir

Kediri, Jurnal Jatim — Suasana duka menyelimuti rumah duka di Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) pagi. Sanak saudara dan tetangga berdatangan melayat tiga warga setempat yang menjadi korban kebakaran di Jakarta Selatan.

Tiga korban itu merupakan satu keluarga, yakni pasangan suami istri Sugi Hartono (77) dan Rini Astuti (68), serta putra mereka, Reza Ponti Wicaksana (40).

Ketiganya meninggal dunia dalam kebakaran bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai rumah kos, tempat usaha fotokopi, sekaligus tempat tinggal di Jalan Rasamala II RT 06/RW 09, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kebakaran terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di bagian bawah ruang mesin fotokopi.

Ketiga jenazah kemudian dibawa ke Kota Kediri untuk dimakamkan di tanah kelahiran mereka. Pemakaman dilakukan di TPU Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sesuai wasiat yang pernah disampaikan almarhum semasa hidup.

Pasangan Sugi Hartono dan Rini Astuti dimakamkan dalam satu liang lahat. Sementara Reza dimakamkan di liang yang berada di sebelah kedua orang tuanya.

Anak tertua korban, Widya Soehermanto, mengatakan keputusan memakamkan ketiga anggota keluarganya di Kediri merupakan bentuk penghormatan terhadap wasiat sang ayah.

Menurut Widya, ayahnya semasa hidup pernah berpesan kepada keluarga agar jika dirinya meninggal dunia, jenazahnya dimakamkan di tanah kelahirannya di Kediri.

“Terutama ayah berwasiat untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Karena saat itu melihat teman-teman seangkatannya sudah banyak yang berpulang, beliau berpesan kepada ibu agar dimakamkan kembali ke Kediri, di kota kelahiran atau kampung kelahirannya,” kata Widya.

Wasiat tersebut, lanjut Widya, juga diketahui oleh ibunya. Namun, pesan tersebut baru kembali disampaikan kepada keluarga setelah peristiwa kebakaran terjadi.

“Jadi itu alasan kenapa almarhum dan almarhumah ini dimakamkan di Kediri,” ujarnya.

Widya juga menjelaskan alasan kedua orang tuanya dimakamkan dalam satu liang lahat. Menurut dia, hal tersebut merupakan kesepakatan yang telah disampaikan keduanya semasa hidup.

“Memang sudah janji berdua bahwa beliau ingin dimakamkan bersama. Jika pun ayah saya berpulang lebih dulu, ibu saya berpesan ingin dimakamkan bersama,” tutur Widya.

Keluarga berharap pemakaman di Kediri menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi ketiganya sekaligus memenuhi amanah yang telah disampaikan sebelum mereka meninggal dunia.

Peristiwa kebakaran tersebut sebelumnya juga menyebabkan satu penghuni kos meninggal dunia. Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com