Jombang, Jurnal Jatim – Sebanyak 168 santri santriwati Pondok Pesantren Al Madienah Denanyar Jombang resmi mengakhiri masa studi setelah mereka mengikuti wisuda di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) MAN 4 Jombang, Jumat (22/5/2026).
Momen kelulusan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata konsistensi lembaga pendidikan Islam itu dalam melahirkan generasi unggul yang seimbang antara keilmuan agama dan bahasa asing, akhlak, dan pengabdian sosial.
Acara wisuda ini dihadiri langsung oleh para tokoh agama, pejabat pemerintah, pengasuh pondok pesantren putra-putri, para lulusan, hingga orang tua santri yang datang dengan penuh rasa haru dan bangga.
Final Graduation Ceremony Al Madienah Boarding school tersebut tidak hanya menjadi ajang pemberian ijazah, tetapi juga diramaikan berbagai kreasi santri yang menghibur dan inspiratif.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jombang Purwanto, mengucapkan selamat santri-santriwati kelas akhir yang telah menempuh proses belajar, pembinaan serta pendidikan dengan penuh kesungguhan.
“Menuntut ilmu merupakan proses yang terus berjalan dan menjadi tanggung jawab untuk terus belajar berkembang serta memberi manfaat bagi sesama,” ujar Purwanto dalam sambutannya.
Ia mengatakan, Pemkab Jombang merasa bahagia, bersyukur dan bangga dengan keberadaan ponpes Al Madienah yang memberikan sumbangsih, kontribusi luar biasa dalam mencetak kader-kader bangsa.
“Kedepannya mereka akan memegang tampuk kepemimpinan mulai dari pusat sampai desa, yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Purwanto mengajak semua mendukung kelestarian, kelanggengan, ke-istikomahan upaya-upaya Ponpes Al Madienah dalam memberikan pengetahuan, mendidik, mengajar dan melatih para santri menjadi orang berkualitas dari sisi moralitas maupun intelektualnya.
Kabag TU Kanwil Kemenag Jombang Syaikhul Hadi menyatakan, ponpes Al Madienah adalah salah satu pondok pesantren yang dibanggakan, karena telah berkontribusi dalam pendidikan masyarakat.
Menurut Syaikhul, pondok pesantren Al Madienah Jombang memiliki pembeda dari pondok pesantren lainnya, di antaranya adalah penguasaan kitab-kitab kuning, pengembangan bahasa terutama bahasa inggris, dan Tahfiz.
“Itu merupakan program-program terbaik yang terus dimunculkan dan dipertahankan untuk anak anak kita,” katanya.
Sementara itu, pengasuh Pondok pesantren Al Madienah KH M. Najib Muhammad mengingatkan bahwa rata-rata santri yang diwisuda sudah menguasai ilmu agama dan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa wajib di pondok.
“Untuk program keagamaannya salaf, menggunakan bahasa arab perpaduan bahasa Jawa,” ungkap Gus Najib panggilan akrabnya.
Gus Najib menuturkan bahwa jumlah santri yang dilepas tahun ini sebanyak 168 siswa dan siswi dari berbagai jurusan sekolah formalnya.
“Jenjang studi, yang lolos PTN (perguruan tinggi negeri) 22 santri. Kemudian ada yang di swasta dan melanjutkan studi di luar negeri,” tuturnya.
Gus Najib berpesan para santri yang telah lulus konsisten mengamalkan keilmuan yang telah didapat di pondok dan menjadi orang bermanfaat.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com







