Kediri, Jurnal Jatim – Kasus puluhan siswa SD jatuh sakit diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kediri kini dalam penyelidikan kepolisian setempat.
Selama penanganan kasus tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo yang mengolah dan mendistribusikan makanan ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Kepala satuan reserse kriminal Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai saksi dan pihak pengelola.
“Fokus utama saat ini memang memantau kesehatan para korban, namun jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau kelalaian dalam prosedur, akan kami tindaklanjuti secara tegas sesuai ketentuan,” tegasnya, Jumat (24/4/2026).
Informasi didapat, hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan, sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa positif tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Kontaminasi ini menjadi bukti kuat bahwa makanan yang didistribusikan tidak layak konsumsi.
Satgas MBG Kota Kediri mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG Tempurejo.
“SPPG Tempurejo resmi ditutup sementara untuk evaluasi total. Untuk memastikan program tetap berjalan, distribusi makanan ke sekolah terdampak dialihkan ke SPPG lain yang lebih siap,” ungkap Koordinator SPPG Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra.
Sementara, hasil investigasi internal Satgas menunjukkan ada dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). Diduga kuat, pihak pengelola tidak mematuhi jadwal pengolahan makanan sehingga terjadi degradasi kualitas sebelum sampai ke tangan siswa.
Selain itu, ditemukan fakta bahwa uji organoleptik—pengujian melalui indra manusia seperti rasa, bau, dan tekstur—tidak dilakukan secara menyeluruh. Tahapan krusial mulai dari pascamasak hingga saat makanan diterima di sekolah dilaporkan banyak yang terlewat.
Insiden yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) ini berdampak pada 69 siswa yang tersebar di SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1. Para korban mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, hingga demam tinggi.
Sekretaris Satgas MBG Kota Kediri, Ferry Djatmiko, memastikan bahwa kondisi anak-anak saat ini sudah membaik dan dalam pemantauan proaktif pihak puskesmas.
“Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Situasi sudah terkendali, namun evaluasi ketat terus kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya.
Pemerintah Kota Kediri bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah memperketat SOP monitoring dan evaluasi di seluruh titik distribusi.
Meski diwarnai insiden ini, pemerintah menegaskan MBG merupakan program strategis yang baik dan akan terus dikawal secara ketat demi keamanan konsumsi para siswa.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mendukung program ini, mengingat penanganan telah dilakukan secara cepat dan terpadu oleh lintas sektor, termasuk pihak kepolisian.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






