Muktamar NU Diusulkan Digelar di Pesantren, Gus Basori Kediri Tolak Hotel Dan Gedung

Kediri, Jurnal Jatim — Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad, Dusun Kaliawen Timur, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, KH. Basori Alwi atau Gus Basori, menyatakan dukungan rencana pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mendatang.

Namun, Gus Basori menegaskan agar kegiatan dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren, bukan di hotel atau gedung.

Menurutnya, pesantren memiliki keterkaitan erat dengan NU yang tidak bisa dipisahkan. Pesantren merupakan bagian dari ruh organisasi tersebut, sehingga pelaksanaan muktamar di pesantren dinilai lebih tepat secara nilai dan tradisi.

“Pesantren adalah bagian dari ruh Nahdlatul Ulama, sehingga sangat tepat jika muktamar dilaksanakan di pondok pesantren,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungannya apabila muktamar digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, sebab memiliki kapasitas, nilai historis, serta kedekatan kultural yang kuat dengan warga NU.

Namun, dia menyatakan ketidaksetujuannya jika muktamar NU dilaksanakan di hotel, gedung, atau vila. Ia menilai lokasi tersebut kurang mencerminkan nilai kesederhanaan dan tradisi yang selama ini menjadi ciri khas NU.

Selain menyoroti lokasi, ia juga menekankan pentingnya netralitas panitia dalam penyelenggaraan muktamar. Hal itu dinilai penting untuk menjaga kelancaran serta menghasilkan keputusan yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak.

“Kami sangat berharap panitia tetap menjaga netralitas demi kelancaran dan keberkahan muktamar,” tandasnya.

Meski demikian, Gus Basori menegaskan tetap mendukung panitia yang ditunjuk menyelenggarakan muktamar. Ia berharap agenda tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh jamaah dan pengurus NU.

“Semoga muktamar yang akan datang memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com