Jual Obat di Jombang Tanpa Resep Dokter, Pemuda Asal Kediri Ditangkap Polisi

Jombang, Jurnal Jatim – Seorang pria 31 tahun diduga menjadi pengedar obat daftar G jenis trihexyphenidyl HCL dobel L di Jombang. Pria tersebut bernama Muhammad Endrawan Aji Saputra warga Sumbersari, Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Ia mengedarkan obat yang dikenal dengan sebutan pil koplo itu di wilayah Mojowarno, Jombang. Bogang kini berstatus tersangka dengan jeratan Undang-undang Kesehatan.

“Tersangka saat ini ditahan,” kata Kapolsek Mojowarno AKP Miftahul Amin dalam keterangannya, Selasa pagi, (8/11/2022).

Amin menyatakan, pengungkapan kasus itu dilakukan pada Rabu (2/11/2022). Petugas unit reskrim menangkap pria yang biasa dipanggil Bogang ini saat patroli rutin di wilayah setempat.

“Sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka terlihat sedang duduk di depan kantor Bank BRI Unit Mojowarno dengan gelagat mencurigakan,” kata mantan Kapolsek Sumobito ini.

Karena mencurigakan, petugas mendekati pria tak dikenal itu. Ternyata dia berusaha kabur dari petugas yang mendekatinya. Karuan saja, petugas langsung menangkap dan menggeledah pria Bogang tersebut.

“Anggota kami yang sudah cekatan langsung menangkap dan melakukan penggeledahan pada tubuhnya,” kata mantan Kasatlantas Polres Ngawi ini.

Menurut Amin, Kecurigaan petugas terbukti ketika digeledah ia kedapatan membawa pil dobel L atau pil koplo yang ditaruh dalam bungkus rokok.

“Saat digeledah ditemukan 4 klip berisi pil dobel L masing-masing klip berisikan 10 butir dalam bungkus rokok,” ucap Amin.

Tersangka dan barang buktinya dibawa ke Mapolsek Mojowarno guna pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, keesokan harinya, pada Kamis (3/11/200) dini hari petugas menggeledah rumah tersangka dan didapati satu klip berisi 10 butir pil dobel L.

Selain mengamankan puluhan butir pil dobel L, polisi juga menyita satu ponsel, satu unit sepeda motor Honda vario nomor polisi L 4813 WU warna putih sebagai alat transportasi serta uang tunai Rp40 ribu.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 196 Undang Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

Amin mengatakan, pihaknya berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum setempat. Penyidik kepolisian masih berupaya untuk mengembangkan kasus itu guna menangkap jaringan pelaku lainnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com