Tragedi Ledakan Petasan di Malam Takbir Iduladha, Pemuda Jombang Luka Parah

Jombang, Jurnal Jatim – Malam takbir Iduladha 2026 di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jawa Timur, berujung petaka. Seorang pemuda terkena ledakan petasan hingga dirawat di rumah sakit.

Korban bernama Mohammad Eka Setyawan (23) warga setempat. Tak hanya wajah yang luka bakar, tapi juga luka serius pada jari tangannya.

Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas mengonfirmasi kejadian itu di jalan Desa Tanggalrejo pada Selasa (26/5/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Yogas menerangkan, pihaknya menerima informasi dari Puskesmas Mojoagung tengah merawat orang luka diduga akibat terkena ledakan petasan. Pasien itu adalah Mohammad Eka Setyawan.

Namun, setelah petugas kepolisian datang, korban sudah dirujuk ke rumah sakit karena lukanya cukup parah.

“Kemudian kami datangi rumah korban di Dusun Tanggalrejo RT 003 RW 001 Desa Tanggalrejo, namun orang tua korban tidak berkenan melapor,” terangnya.

Petugas menggali keterangan kekuarga, meski tragedi berdarah itu tidak dilaporkan ke polisi. Dari keterangan yang didapat, korban saat itu bermain mercon di jalan desa setempat.

Ketika petasan dinyalakan, nahas meledak dan mengenai Eka. Korban langsung dilarikan ke puskesmas untuk penanganan awal. Karena lukanya cukup parah, ldirujuk ke RSUD Jombang.

“Petugas kemudian mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat untuk memastikan kondisi korban,” ujarnya.

Di dapati, korban terbaring lemas dengan luka parah pada bagian wajah dan jari tangannya hingga harus diamputasi.

“Luka di Jempol tangan kanan dan akan dilakukan amputasi serta luka bakar akibat percikan petasan di area wajah dan telinga sebelah kanan, saat ini korban dirawat di RSUD Jombang,” kata Yogas.

Peristiwa berdarah saat berkumandang Takbir Idul Adha ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak, terutama keluarga korban.

Polisi mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka saat bermain, dan masyarakat diminta untuk melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas pembuatan atau penjualan petasan ilegal.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain petasan, terutama petasan rakitan. Keselamatan kita semua adalah tanggung jawab bersama,” ujar Yogas mengimbau.