oleh

Segini Penilaian Aset Koruptor KUPS Bank Jatim Cabang Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Aset koruptor Kredit Usaha Peternakan Sapi (KUPS) Bank Jatim cabang Jombang Masykur Affandi terungkap nilainya cukup fantastis, yakni ratusan miliar rupiah.

Setelah dilakukan penilaian atau appraisal aset tim ahli dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, diketahui nilai asetnya mencapai kurang lebih Rp150 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Tengku Firdaus mengatakan appraisal dilakukan untuk menindaklanjuti rencana eksekusi aset terpidana Masykur sebagai konsekuensi atas kerugian negara.

“Ada beberapa tempat di antaranya di kabupaten Jombang dan Blitar,” kata Tengku kepada jurnaljatim.com, Kamis (25/8/2022).

Baca sebelumnya: Terpidana Korupsi KUPS di Jombang Senilai Rp49,5 Miliar Menyerahkan Diri

Pihak kejaksaan setempat tidak bisa merinci nilai pastinya karena pertimbangan langkah ke depan saat penetapan nilai pasti lelang aset Masykur, terpidana perkara KUPS Bank Jatim cabang Jombang.

“Angka kasarnya kurang lebih seratus lima puluh miliar dari seluruh aset,” kata mantan Kajari Sanggau, Kalimantan Barat tersebut.

Aset dimaksud termasuk mobil dan kurang lebih ada 19 aset tanah di dua Kabupaten. Berdasarkan ketentuan kewenangan untuk melakukan proses lelang di Kejaksaan itu ditentukan berdasar nilai appraisal.

Nilai appraisal di bawah Rp500 juta adalah kewenangan Kejaksaan Negeri, kemudian Rp500 juta sampai Rp5 miliar kewenangan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Rp5 miliar ke atas kewenangan Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Pusat Pemulihan Aset.

Terpidana kasus korupsi senilai Rp49,5 miliar, Masykur Affandi dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jombang, Jawa Timur setelah ia datang menyerahkan diri ke kantor kejaksaan pada Jumat 4 Februari 2922.

Kejaksaan mengeksekusi Masykur setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) nomor 917K/PID.SUS/2017 pada 16 Oktober 2017.

Masykur dinyatakan terbukti melakukan korupsi program kredit usaha peternakan sapi (KUPS) tahun 2010 dan 2011 dari Bank Jatim Cabang Jombang senilai Rp49,5 miliar saat menjabat ketua Koperasi Kelompok Tani Bidara Tani di Bareng, Jombang. Kasusit bergulir mulai tahun 2015 silam.

Uang hampir mencapai Rp50 miliar tersebut hanya digunakan untuk membeli 749 ekor sapi senilai Rp 4,1 miliar dan 104 ekor sapi dibagikan ke 10 kelompok peternak yang ia pimpin.

Padahal, seharusnya uang itu digunakan untuk membeli 2.000 ekor sapi dari Australia untuk dibagikan ke 10 kelompok anggotanya.

Sesuai putusan kasasi MA, Masykur dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun kurungan, serta pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kerugian negara Rp44.483.666.385. Masykur kini mendekam dalam Lapas Porong di Sidoarjo.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.