oleh

Mengganggu Ibadah Warga, Sarang Tawon di Musala Tuban Dibakar

Tuban, Jurnal JatimSarang tawon ndas berdiameter kurang lebih 100 sentimeter yang menempel di atap musala dievakuasi petugas Damkar Pemkab Tuban, Jawa Timur, Sabtu malam (9/4/2022).

Keberadaan sarang tawon jenis Vespa Affinis yang menempel di atap musala, tepatnya di Dusun Panjunan Desa Tasikmadu Kecamatan Palang, Tuban, itu meresahkan warga.

Kondisi tersebut juga membuat para jamaah terganggu ketika menjalankan ibadahnya di bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

Kemudian, keberadaan sarang lebah yang terpantau cukup besar itu dilaporkan kepada petugas Damkar Tuban karena dikhawatirkan mengancam keselamatan.

“Sarang tawon yang menempel di atas atap musalah ini sangat meresahkan jamaah dan juga membuat takut warga sekitar,” ungkap Sutaji, Kabid Damkar Pemkab Tuban, Sabtu malam (9/4/2022).

Selanjutnya, petugas melalukan pemusnahan sarang tawon ndas tersebut dengan teknik pembakaran agar tidak ada lagi sisa tawon yang masih hidup.

“Mendapat laporan, kita langsung melalukan evakuasi atau pemusnahan sarang lebah ini,” jelas mantan Camat Bancar tersebut.

Adapun teknik pembakaran sarang tawon itu dengan memanfaatkan tabung gas elpiji tiga kilogram yang dirakit menggunakan selang dan alat semprot. Lalu disulut dengan api yang diarahkan ke sarang tawon.

Ketika pemusnahan sarang tawon, petugas juga menggunakan pakaian khusus agar terlindung dari sengatan tawon ndas. Alhasil, sarang lebah yang di dalamnya terdapat ribuan telur tawon yang siap menetas dan tawon ndas berukuran kecil mati terbakar.

“Tim berhasil melaksanakan evakuasi dengan lancar dan aman terkendali,” tegas Sutaji.

Lebih lanjut, pemusnahan sengaja dilakukan pada malam hari karena lebih efektif dan efisien. Sebab jika malam hari, lebahnya cenderung lebih kondusif dibanding kondisi pada siang hari.

“Saat ini warga aman dari gangguan tawon karena sudah tidak ada lagi tawon maupun sarang tawon disekitar lokasi,” pungkasnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.