oleh

Pengakuan Pembeli Pil Koplo di Jombang Antar Pengedar Masuk Penjara

Jombang, Jurnal Jatim – Seorang pemuda yang mengedarkan obat keras berbahaya atau kerap disebut pil koplo di Jombang, Jawa Timur ditangkap anggota unit reskrim Polsek Jogoroto, Polres setempat dengan barang bukti ribuan butir pil dobel L.

Pelaku berinisial AZS (24) itu diciduk polisi di rumahnya Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto setelah menjual pil koplo kepada temannya yang sudah lebih dulu diamankan oleh polisi.

Kapolsek Jogoroto, AKP Achmad Darul Huda mengungkapkan, pada Rabu (16/3/2022) jam 15.00 WIB, anggota mengamankan seorang pria bernama Ks, warga Desa Ngumpul, Kecamatan setempat yang berstatus saksi.

“Pria tersebut diamankan oleh petugas piket reskrim ke kantor Polsek karena kedapatan membawa 8 butir pil dobel L,” kata AKP Darul Huda dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnaljatim.com, Kamis (17/3/2022).

Kemudian dilakukan interogasi terhadap Khosim hingga didapati keterangan pil dobel L yang dimiliki Ks itu didapat dengan cara membeli dari tersangka AZS.

Tak membuang waktu, seketika itu petugas bergerak menangkap AZS yang didapati sedang berada di teras rumahnya, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

“Tersangka tidak melawan saat anggota kami menangkapnya. Saat ditangkap, tersangka ada di teras rumahnya sekitar jam 16.30 WIB,” ujar Darul Huda.

Pada penggeledahan di rumah tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi 8 pil dobel L; 1 botol plastik warna putih berisi 1.000 butir pil dobel L; 85 plastik klip masing-masing berisi 10 butir pil dobel L dengan jumlah 860 butir.

Kemudian 7 plastik klip kosong masing-masing berisi 100 lembar dengan jumlah keseluruhan 700 lembar plastik klip kosong; uanh tunai sebesar Rp490.000; serta 1 unit handphone (HP) milik tersangka.

“Barang bukti tersebut kami temukan di dalam kamar tersangka dan diakui milik tersangka,” ujarnya.

Darul Huda menegaskan, tersangka diduga telah mengedarkan sediaan farmasi berupa pil dobel L tanpa ijin dan melanggar Pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Terhadap tersangka kami lakukan penahanan, dan kami akan kembangkan kasus peredaran narkoba ini guna menangkap jaringan di atasnya,” kata Darul Huda menutup.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.