oleh

4 Orang Tewas Kecelakaan Selama Operasi Keselamatan Semeru di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim– Empat orang tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan lalu lintas selama operasi keselamatan semeru di Jombang, Jawa Timur selama dua pekan terakhir. Jumlah itu meningkat dibanding sebelum operasi digelar.

Kasatlantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto menjelaskan korban meninggal dunia karena kecelakaan sebelum operasi keselamatan digelar ada 1 orang.

“Kemudian pada operasi keselamatan mulai 1 sampai 14 Maret yang meninggal di TKP sebanyak 4 kejadian. Jadi ada peningkatan,” kata Rudi Purwanto, Selasa (15/3/2022).

Dikatakan Rudi, jumlah kejadian kecelakaan selama dua minggu terakhir, sebanyak 48 kali kejadian. Mulai dari korban luka ringan, sedang, berat ataupun yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, naik 41 persen.

“Sehingga untuk tren kecelakaan di Jombang naik 50 persen kejadian,” kata mantan Kasatlantas Polres Blitar tersebut.

Faktor yang memengaruhi kecelakaan lalu lintas disebut Rudi karena cuaca. Saat ini memang kerap terjadi hujan, disamping kondisi jalan yang sebagian bagus, kurang bagus dan tidak bagus, ditambah dengan cuaca sering terjadi hujan sehingga sering menyebabkan kecelakaan di jalan.

“Kendaraan laka lantas didominasi roda dua, dan umur produktif 16-35 yang paling banyak mengalami laka lantas,” ujarnya.

Selama operasi keselamaan semeru 2022, Rudi menambahkan dilakukan penindakan preventif dan preentif. Nah selama itu zero penindakan. Sebab, petugaa lebih banyak memberikan imbauan kepada pengguna jalan raya guna menekan angka kecelakaan di wilayah setempat.

“Kalau dibanding dengan sebelum operasi, kita sudah melaksanakan penindakan itu sebanyak 240 kali penilangan, namun pada operasi kali ini, nol penindakan, sehingga untuk penilangan kita nol persen,”imbuhnya.

Namun, lebih lanjut Rudi menerangkan, untuk teguran terjadi peningkatan tajam. Semula ada 657 teguran kepada pengendara. Namun, selama operasi keselamatan semeru petugas memberikan teguran sebanyak 1706 kali.

“Teguran untuk pengendara yang melanggar aturan lalu lintas itu contohnya ketika pengendara tidak memamkai helm maka kita minta untuk balik kanan. Kemudian pengendara yang melawan arus, juga kita imbau tidak melakukannya. Nah teguran seperti itu meningkat 160 persen,” kata Rudi menutup.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di Google News.