Kediri, Jurnal Jatim – Puskesmas Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri mengalami kerusakan parah setelah ludes dilalap api pada Senin (1/6/2026) dini hari, kemarin.
Lantaran tak dapat difungsikan, maka untuk sementara Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan menerapkan skema pelayanan darurat.
Layanan kesehatan dialihkan ke fasilitas kesehatan terdekat termasuk Puskesmas Pembantu (Pustu) Banyakan, Kediri sambil menunggu proses penanganan dan asesmen bangunan yang terbakar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, mengatakan kerusakan bangunan akibat kebakaran tergolong cukup berat sehingga pelayanan tidak memungkinkan dilakukan di gedung Puskesmas Tiron untuk sementara waktu.
“Kerusakan yang terjadi cukup berat. Karena itu pelayanan tidak mungkin dilakukan di gedung puskesmas saat ini dan sementara kami alihkan ke fasilitas kesehatan yang tersedia,” kata Khatib saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan, sekitar 80 persen ruangan di Puskesmas Tiron terdampak kebakaran. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan tidak dapat digunakan.
Untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan melakukan pengalihan tenaga kesehatan ke Pustu Banyakan yang berjarak sekitar 2,6 kilometer dari lokasi puskesmas. Selain itu, sistem pelayanan di wilayah Kecamatan Banyakan juga ditata ulang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami terus melakukan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Memang kapasitas pelayanan di Pustu tidak sama dengan puskesmas induk, sehingga perlu pengaturan alur pelayanan agar tidak terjadi penumpukan pasien,” ujarnya.
Selain mengalihkan tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan juga merelokasi obat-obatan dan perlengkapan medis yang masih dapat digunakan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar tetap tersedia selama masa transisi.
Khatib mengatakan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengoptimalkan pelayanan kesehatan hingga proses renovasi atau pembangunan kembali fasilitas yang terdampak kebakaran dapat direalisasikan.
“Kami sudah memikirkan berbagai solusi untuk mengatasi keterbatasan pelayanan yang ada saat ini. Yang terpenting masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai menyiapkan langkah lanjutan terkait kondisi bangunan yang terbakar. Tim teknis dari sejumlah instansi akan melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan kelayakan bangunan.
“Hari ini dilakukan asesmen lanjutan baik dari BPBD, Perkim dan dari Dinkes untuk mengetahui apakah bangunan bisa direnovasi atau perlu pembangunan baru. Hasil kajian teknis akan menjadi dasar langkah berikutnya,” ujarnya
Sebagai puskesmas induk yang melayani masyarakat di Kecamatan Banyakan, keberadaan Puskesmas Tiron dinilai sangat penting. Karena itu, pemulihan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di ruang obat atau apotek puskesmas.
“Masih dalam lidik, dugaan sementara korsleting listrik,” kata Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono.






