oleh

Kakak dan Adik di Kediri Kompak Edarkan 89 Ribu Butir Pil Koplo

Kediri, Jurnal Jatim– Dua orang laki-laki kakak beradik di Kediri, Jawa Timur mendekam di tahanan setelah ditangkap polisi karena kompak mengedarkan narkoba pil koplo di wilayah setempat.

Dua saudara asal Dusun Jombangan, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tersebut dibekuk Satresnarkoba Polres Kediri dengan barang bukti 89 ribu butir pil dobel L.

Berdasarkan keterangan polisi, kedua pelaku bernama Friezario Hardita Sevy Damara (28) dan Heralon Zeila Hardita Alfino (24). Kakak adik tersebut diciduk di rumahnya tanpa perlawanan.

“Dari hasil penggerebekan petugas di rumah pelaku, kami amankan 89 ribu pil dobel L yang siap untuk diedarkan,” kata Kasatresnarkoba Polres Kediri, AKP Ridwan Sahara, pada Kamis (6/1/2022).

Ridwan menyampaikan, pengungkapkan kasus peredaran obat terlarang tersebut dari informasi masyarakat Kediri, Jatim. Bahwa pihaknya mendapat laporan di rumah kedua pemuda tersebut sering digunakan untuk transaksi narkoba.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan pengintaian di sekitar lokasi. Setelah cukup valid, polisi langsung menggerebeknya.

“Kami kemudian melakukan proses penyelidikan. Dan benar saat petugas datang, di rumah tersangka, ditemukan barang bukti pil dobel L,” kata perwira tiga balok di pundak tersebut.

Mantan Kasatreskrim Polres Kediri Kota itu menyebut, pelaku saat itu hendak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Berkat kesigapan petugas, kedua kakak adik itu dapat diamankan tanpa melakukan perlawanan.

“Setelah kami lakukan penggeledahan di rumah tersangka, kami menemukan sejumlah 89 ribu pil dobel L, dan dua HP yang digunakan transaksi narkoba,” jelas mantan Kapolsek Kras, Polres Kediri itu.

Kedua pelaku dan barang bukti tersebut dibawa ke Polres Kediri untuk diproses lebih lanjut. Penyidik juga menetapkan mereka sebagai tersangka setelah polisi menemukan dua alat bukti.

Ridwan menegaskan, kedua tersangka pengedar obat keras berbahaya tersebut dijerat dengan pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukuman mencapai 15 tahun penjara,” tegas AKP Ridwan Sahara.

Ridwan menambahkan, pemberantasan peredaran narkoba di wilayah setempat akan terus dilakukan. Ia pun meminta masyarakat proaktif melaporkan kepada polisi apabila mengetahui ada peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitarnya.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Hafid