oleh

Angka Kematian Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tuban Meningkat

Tuban, Jurnal Jatim – Angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian di Tuban, Jawa Timur meningkat dibanding tahun lalu. Mulai awal Januari sampai 19 September 2021, tercatat 119 orang meninggal dunia. Sedangkan tahun lalu, tercatat sebanyak 109 orang meninggal.

“Angka kematian dibandingkan tahun lalu terjadi kenaikan 2,8 persen,” kata Kapolres Tuban AKBP Darman, usai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021 di mapolres setempat, Senin, (20/9/2021) kemarin.

Namun begitu, angka kasus laka lantas tahun 2021 ini terjadi penurunan. Awal Januari hingga 19 September 2021 mencapai 589 kejadian.

“Angkat kecelakaan terjadi penurunan secara umum, menurun 8 persen,” kata AKBP Darman.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini (operasi patuh semeru 2021) kita bisa tekan angka kematian dan turunkan pelanggaran lalu lintas,” lanjutnya.

Menurut Darman, penyebab kecelakaan lalu lintas di Tuban dikarenakan banyak jalan bergelombang di jalur pantura. Kemudian pengemudi kendaraan rata-rata tidak mematuhi peraturan lalu lintas seperti tidak mengenakan helm, dan lainnya.

“Kecelakaan kalau di sini jalan, secara fisika banyak jalan bergelombang terutama di jalur Pantura. Kemudian, pengemudi rata-rata tidak menggunakan helm, dan lainnya,” tegas perwira menengah lulusan Akpol 2000 tersebut..

Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Tuban akan terus menggelar sejumlah kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan mewujudkan keamanan keselamatan serta ketertiban.

Salah satu kegiatannya melalui operasi patuh semeru yang digelar mulai tanggal 20 September sampai 3 Oktober 2021.

“Tindakan kita (operasi patuh semeru 2021) adalah tindakan preemtif dan preventif. Mengedepankan edukasi masyarakat, terkait dengan protokol kesehatan,” ujar mantan Kapolres Sumenep itu.

Dia mengatakan, sasaran utama operasi patuh semeru 2021 meliputi empat hal. Di antaranya, segala bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi menjadi klaster penyebaran COVID-19.

Lalu, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat yang tidak berdisiplin dalam berlalu lintas. Terakhir, adalah operasi di lokasi rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta rawan kerumunan.

“Harapannya masyarakat bisa tertib berlalu lintas dan tertib protokol kesehatan, minimal menggunakan masker,” pungkasnya.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel