Surabaya, Jurnal Jatim – Komitmen Program Studi S1 Sastra Inggris Unesa (Universitas Negeri Surabaya) untuk mewujudkan Pendidikan inklusif dan berdampak, semakin digaungkan dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Pelatihan Komunikasi Interkultural, 18 Juli 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Bina Antarbudaya, organisasi non pemerintah (NGO) nirlaba berbasis relawan & merupakan mitra AFS Intercultural Program, yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda untuk lebih adaptif ketika berinteraksi di lingkungan multikultural.
PKM itu digawangi oleh Fariq Shiddiq Tasaufy, S.S., M.Hum., Prof. Slamet Setiawan, M.A., Ph.D., dan Cicilia Deandra Maya Putri, S.Hum., M.A. selaku dosen dari Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, UNESA, serta Miftahul Falah dan Prasita Keizha Divany selaku mahasiswa dari program studi yang sama.
“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi interkultural para volunteer Bina Antarbudaya Chapter Surabaya yang berperan sebagai pendamping, host atau fasilitator dalam program pertukaran pelajar,” kata Fariq Shiddiq Tasaufy, Kamis (6/8/2026).
Dalam menjalankan tugasnya, kata Fariq Shiddiq Tasaufy, mereka tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi bahasa asing yang mumpuni, tetapi juga cultural awareness dan intercultural sensitivity.
Dalam pelatihan tersebut, tim PKM Program Studi S1 Sastra Inggris UNESA dan praktisi dari Bina Antarbudaya memberikan materi mengenai konsep dasar komunikasi interkultural, kesadaran budaya, sensitivitas lintas budaya, strategi menghadapi culture shock, serta teknik membangun komunikasi yang efektif dalam situasi multikultural.
“Penyampaian materi dimulai dengan pemaparan pengalaman Returnee Bina Antarbudaya dalam program KL YES (Kennedy Lugar Youth Exchange and Study),” ujarnya.
Dalam sesi itu, Jennifer menggambarkan kehidupan slow living dan sarat akan kekeluargaan di Midwest USA, serta menyampaikan tips and tricks menjadi seorang yang adaptif di tengah perbedaan nilai budaya yang menghampiri.
Berikutnya pemaparan dari host school yang diwakili oleh Achmad Yusuf, M.Pd., Gr. dari SMA 17 Agustus Surabaya dan Alief Izzal Hambali, S.Pd., M.Pd. dari SMA Labschool UNESA yang berkesempatan menerima dan membimbing siswa asing dari Eropa.
Mereka memaparkan strategi menjadi pihak sekolah yang baik bagi siswa asing dengan tidak membeda-bedakan atau memberikan privilese lebih bagi siswa asing.
Sesi terakhir dibawakan oleh Prof. Slamet Setiawan, M.A., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya yang meliputi teori singkat dan strategi berkomunikasi efektif antara individu dengan berbagai latar belakang.
Sementara itu, Cicilia Deandra mengatakan bahwa kerja sama antara Bina Antarbudaya dengan Unesa menjadi langkah strategis dalam memperluas penyebarluasan informasi mengenai pentingnya pelatihan kompetensi komunikasi interkultural kepada masyarakat.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, kedua institusi saling bertukar informasi, pengalaman, dan jejaring untuk menjangkau calon peserta yang membutuhkan pembekalan sebelum berinteraksi dalam lingkungan internasional.
“Kolaborasi ini juga mendukung penyelenggaraan kegiatan yang lebih terarah, baik dari aspek promosi, pelaksanaan, maupun evaluasi program,” kata Cicilia Deandra menambahkan.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






