Surabaya, Jurnal Jatim – Program Studi (Prodi) S-1 (Strata Satu) Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Thailand.
Kegiatan itu dengan judul penguatan literasi budaya dan pembelajaran komunikasi dasar bahasa Jerman bagi mahasiswa Kasetsart University Thailand (SDG 4, 8, 17). Selain untuk memperkenalkan potensi dan pariwisata Indonesia, juga memperkuat kerja sama antara Unesa dan Kasetsart University Bangkok.
PKM Internasional tersebut dipimpin oleh Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum. Adapun anggotanya Dra. Fahmi Wahyuningsih, M.Pd; Amalina Rachmi Fatina, M.Pd; Dwi Nur Cahyani Sri Kusumaningtyas, S.S., M.Hum; dan Femmy Angreany, S.Pd., M.Pd.
Kedatangan tim disambut oleh Dr. Chamaipak Maiklad, Ph.D. dari Faculty of Humanities, Kasetsart University. Tiga orang tim kemudian menyampaikan materi berbeda kepada 15 peserta terdiri dosen, staf, dan mahasiswa Kasetsart University. Materi bertajuk Global Indonesia-Germany Culture and Communication Initiative (GIGCCI) 2026.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Prima Vidya Asteria, S.Pd., M.Pd., tentang pengenalan bahasa Indonesia dan penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari. Berikutnya Dr. Dian Permatasari Kusuma Dayu, M.Pd., memperkenalkan kota dan destinasi wisata di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
Setelah itu, Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum., memperkenalkan musik dan tarian Indonesia. Hingga pada sesi akhir, semua peserta ikut menari Tari Maumere yang menjadi pengalaman interkultural menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara UNESA dan Kasetsart University
Ketua tim PKM 2026, Audrey Gabriella menegaskan, PKM tersebut juga mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan agenda global PBB.
Yakni Quality Education (Pendidikan Berkualitas), meningkatkan literasi bahasa dan budaya serta kompetensi komunikasi lintas budaya. Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Indonesia yang dapat mendukung pengembangan kompetensi serta industri pariwisata.
Dan Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), memperkuat kerja sama internasional antara Universitas Negeri Surabaya dan Kasetsart University.
“Sebagai bagian dari Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNESA, kami memandang bahwa penguasaan bahasa Jerman dan bahasa asing lainnya sangat penting untuk membuka wawasan, membangun komunikasi lintas budaya, serta memperluas kerja sama internasional,” tegas Audrey Gabriella, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, bahasa asing tidak hanya terbatas pada bahasa Jerman atau bahasa Inggris. Di negara lain, seperti Thailand, bahasa Indonesia juga menjadi bahasa asing yang penting dipelajari sebagai sarana untuk mengenal Indonesia dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Melalui PkM 2026, kami ingin memperkenalkan Indonesia tidak hanya melalui bahasa, tetapi juga melalui kekayaan kota wisata, musik, dan tarian tradisional. Kegiatan menari Tari Maumere bersama para peserta menjadi pengalaman interkultural yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara UNESA dan Kasetsart University,” tandasnya







