Perkuat Poskestren, Santri Al Ma’ruf Kediri Dibekali PHBS

Kediri, Jurnal Jatim – Kemenag (kementerian agama) dan Puskesmas memperkuat Poskestren, (Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dengan membekali santri Pondok Pesantren Al Ma’ruf, Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tentang pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Selasa (4/8/2026).

Kepala Puskesmas Sukorame, dr. Melda Reskina, mengatakan pembinaan kesehatan di pesantren dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sakit, tetapi juga melalui pencegahan dengan membangun kebiasaan hidup sehat.

“Kesehatan bukan hanya berarti tidak sakit. Penyakit sering kali berawal dari perilaku yang kurang sehat. Karena itu, kami ingin memberikan edukasi agar para santri memiliki pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan pola hidup menjadi salah satu tantangan kesehatan saat ini. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran menjaga kesehatan menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk pada usia muda.

Selain memberikan materi tentang PHBS, tim Puskesmas Sukorame juga menyampaikan edukasi mengenai gizi seimbang, pentingnya aktivitas fisik, serta kesehatan lingkungan, termasuk penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak sebagai langkah pencegahan penyakit.

Kepala Seksi PD Pontren/ Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Ahmad Rofiuddin Faruq mengatakan program Poskestren telah berjalan selama bertahun-tahun dan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan.

Sinergi kedua instansi semakin diperkuat sejak adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tahun 2023 dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

Ahmad menilai nilai-nilai hidup bersih dan sehat sebenarnya telah menjadi bagian dari ajaran Islam yang dipelajari para santri melalui Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab salaf. Karena itu, Poskestren diharapkan menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap Poskestren di Pondok Pesantren Al Ma’ruf semakin berkembang, memiliki sekretariat yang jelas, administrasi yang tertata, peralatan kesehatan dasar yang memadai, serta dikelola oleh pengurus santri yang aktif sehingga pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren dapat berjalan optimal,” katanya.

Ia juga mengajak para santri menjadi pelopor hidup sehat dengan menerapkan PHBS, mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan di Puskesmas Sukorame apabila diperlukan.

Ahmad menambahkan bahwa tujuan Pembinaan Kader Husada di Pondok Pesantren Al Ma’ruf, guna meningkatkan pemahaman dan Pengetahuan Umum, agar para santri tidak hanya memahami ilmu agama (kitab kuning), tetapi juga memperoleh ilmu pengetahuan umum terkait kesehatan.

Hal ini ditegaskan dengan adanya Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Al Ma’ruf yang telah dilengkapi beberapa alat kesehatan dasar.

“Mendorong santri memiliki kemandirian dalam menjaga kesehatan, sehingga mampu melakukan antisipasi awal, tindakan preventif, serta saling menolong antar sesama santri. Kolaborasi Lintas Instansi: Mengkolaborasikan program unggulan Dinas Kesehatan dan program Kementerian Agama terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren, “tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan materi tentang UU Pesantren dan Regulasi, Pembahasan mengenai UU Pesantren No. 18 Tahun 2019, layanan kesehatan gratis, serta bantuan inkubasi dari Kemenag.

Kemudian, Kesehatan Mandiri dan Pelayanan Puskesmas dukungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas berupa penyediaan media edukasi (brosur), pelayanan kesehatan gratis bagi santri, hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan.

“Saat ini sudah ada sekitar 35-36 Poskestren yang berdiri dari total 60 pondok pesantren di Kota Kediri. Kemenag bersama Dinas Kesehatan terus mendorong dan mengoptimalkan legalitas serta pembinaan Poskestren di seluruh pondok pesantren yang belum memiliki Poskestren secara resmi,” tutupnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com