Pandemi COVID-19, Anak Dan Lansia Diimbau Tidak Ikut Salat Iduladha

JOMBANG (Jurnaljatim.com) Jombang mengizinkan masyarakat menjalankan rangkaian ibadah Iduladha 2020 di tengah Pandemik COVID-19. Namun, masyarakat diminta harus menerapkan protokol secara ketat saat menjalankan ibadah.

Hal itu disampaikan Wahab usai mengikuti webinar dengan Makodam V Brawijaya bersama Forpimda di ruang Jombang Command Center (JCC) kantor Pemkab setempat, Rabu (29/7/2020).

“Sesuai dengan edaran juga Jawa timur, pelaksaan salat iduladha boleh dilaksanakan di masjid, musala maupun di lapangan tapi harus pakai protokol kesehatan,” kata Mundjidah.

Meskipun masyarakat diizinkan untuk melaksanakan salat iduladha, namun dan orang yang berusia lanjut diimbau untuk tidak mengikuti ibadah tersebut. Sebab mereka rentan tertular penyakit serta orang dengan penyakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19.

“Ya, untuk anak-anak untuk sementara tidak boleh ikut. Anak-anak sama (lanjut usia),” ujar Mundjidah didampingi Dandim 0814 Letkol Infanteri Triyono.

Dalam surat edaran yang diterbitkan Pemkab Jombang terkait protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat menjalankan ibadah Iduladha, panitia penyelenggara diminta melalukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan.

Kemudian melakukan pengecekan suhu tubuh, dan jika ditemukan jamaah dengan suhu 37,5 derajat celcius selama dua kali pemeriksaan berjarak lima menit, maka tidak diperkenankan memasuki area.

Selain itu, penyelenggara juga diminta membatasi pintu atau jalur masuk dan keluar serta menjaga jarak. Tujuannya untuk mempermudah terhadap penerapan protokol kesehatan selama beribadah. Bagi jamaah diminta membawa sajadah sendiri-sendiri.

“Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter serta mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah idul adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukun,” ujarnya.

“Tidak boleh ada kerumunan waktu penyembelihan atau pembagian. Panitia harus membagikan daging kurban dari ke rumah, tidak boleh ada kerumunan,” sambungnya mengakhiri.


Editor: Hafid