Kediri, Jurnal Jatim – Penutupan tanam Garda Tebu Nusantara di Kebun Benih Datar (KBD) tebu varietas Panjalu di Dusun Swallow, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dilakukan pada Senin (15/6/2026).
Lahan seluas 220 hektare yang ditanami varietas Panjalu nantinya akan menjadi sumber benih untuk mendukung pengembangan tebu rakyat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Firman Mantau, mengatakan, benih unggul menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas tebu dan mendukung target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
“Semua kegiatan pertanian harus diawali dengan benih yang unggul dan bersertifikat. Karena itu pemerintah membangun KBD tebu agar petani memperoleh benih yang kualitasnya terjamin,” kata Firman.
Menurut dia, benih yang dikembangkan dalam program tersebut berasal dari sistem perbenihan berjenjang sehingga kualitas genetik dan kesehatannya tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada petani.
Firman menjelaskan varietas Panjalu dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari pertumbuhan tanaman yang baik, batang yang kokoh, hingga potensi rendemen yang lebih tinggi dibanding beberapa varietas yang selama ini banyak dibudidayakan petani.
“Varietas Panjalu berasal dari Kediri dan telah melalui berbagai uji adaptasi di sejumlah daerah. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan yang baik dan potensial untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional,” ujarnya.
Selain penyediaan benih unggul, keberhasilan program swasembada gula juga ditentukan oleh penerapan budidaya yang tepat di tingkat petani, termasuk pemeliharaan tanaman dan pemupukan sesuai standar Good Agricultural Practices (GAP).
Di sisi lain, Direktur Utama PT Embah Cacing, Abdul Kholiq, mengatakan bahwa perusahaannya terlibat dalam program tersebut sebagai mitra pelaksana yang memberikan dukungan pembiayaan dan pendampingan kegiatan di lapangan.
“Kami mendukung dari sisi finansial agar pelaksanaan program berjalan lancar. Secara teknis pengembangan benih dilakukan sesuai arahan dan standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian,” kata Kholiq.
Ia menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk pengembangan tebu karena didukung kondisi lahan dan sistem pengairan yang relatif baik.
Selain meningkatkan produksi gula, program pengembangan tebu dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.
Menurutnya, varietas Panjalu yang dikembangkan dalam program tersebut merupakan salah satu varietas unggul terbaru yang memiliki produktivitas tinggi dan lebih tahan terhadap sejumlah penyakit tanaman tebu.
“Harapannya produktivitas petani meningkat dan kebutuhan benih unggul bisa terpenuhi sehingga target swasembada gula dapat tercapai,” ujarnya.
Kementan menargetkan pengembangan tebu secara nasional mencapai puluhan ribu hektare pada 2026. Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah prioritas karena memiliki areal perkebunan tebu yang luas serta dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula di Jawa Timur.
Pemerintah berharap melalui Garda Tebu Nusantara dan pengembangan varietas unggul Panjalu, produktivitas tebu nasional dapat terus meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gula di masa mendatang.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






