Nganjuk, Jurnal Jatim – Tasyakuran dan selamatan pembangunan rumah singgah serta monumen Marsinah di TPU Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jumat (24/4/2026).
Kapolres Nganjuk bersama Forkopimda setempat berziarah dan tabur bunga di makam Marsinah TPU Desa Nglundo. Selain itu juga potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas progres pembangunan yang hampir rampung.
AKBP Suria mengatakan Polri mendukung penuh pembangunan rumah singgah, museum, monumen, hingga pemugaran makam Marsinah sebagai bagian dari pelestarian nilai sejarah dan penghormatan kepada pahlawan bangsa.
“Polri pada prinsipnya mendukung penuh upaya pembangunan rumah singgah, museum, monumen serta pemugaran makam Marsinah,” katanya.
“Ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar nilai perjuangan beliau tetap hidup dan dikenang,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam tasyakuran itu bagian dari sinergi bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas sekaligus mendukung program pembangunan daerah yang bernilai historis dan edukatif.
Perwakilan keluarga Marsinah dan pihak KSBSI memberikan apresiasi atas dukungan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan dalam mewujudkan pembangunan monumen dan fasilitas pendukung tersebut.
Rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, dibangun untuk mengenang segala bentuk perjuangan Marsinah terhadap kelompok buruh di Indonesia.
Marsinah yang bekerja sebagai buruh di perusahaan PT Catur Putra Surya, Porong, Sidoarjo, tersebut diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Hasil autopsi, dia meninggal akibat penganiayaan berat.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






