Bendahara Desa di Pacitan Korupsi Dana Desa, Terancam Lama di Penjara

Pacitan, Jurnal Jatim – Bendahara Desa Bodag, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Sutoyo yang menjadi korupsi dana APBDes tahun 2022 dijebloskan ke tahanan.

Pacitan AKBP Agung Nugroho mengatakan bahwa setelah melalui proses panjang, Sutoyo akhirnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi Dana APBDes tahun 2022 dengan kerugian Rp305.034.950.

Kaur umum atau bendahara desa itu diduga mengambil dan mencairkan dari Rekening Kas Desa di Cabang Pembantu Ngadirojo yang tidak sesuai rekomendasi atau verifikasi pencairan.

“Namun uang dari rekening itu tidak digunakan seluruhnya oleh pelaku,” kata Agung, Rabu (21/2/2024).

Uang seharusnya digunakan untuk kegiatan desa, sebagian dipakai kepentingan pribadi Sutoyo. Seperti membeli , berjudi, dan berfoya-foya.

itu terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat tentang dugaan penyelewengan dana desa. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bukti penyalahgunaan dana desa tersebut.

“Modusnya dilakukan dengan cara membuat surat pencairan dana desa . Lalu, mencairkan uang tersebut di Bank Jatim Cabang Pembantu Ngadirojo,” ujarnya.

Sejauh ini, Sutoyo telah mengembalikan sebagian uang yang diambilnya sebesar Rp108.000.000, namun masih ada kerugian negara yang belum dikembalikan sebesar Rp197.034.950.

“Sebagian uang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pelaku,” katanya.

Agung menegaskan Sutoyo telah ditetapkan sebagai tersangka dan berkas perkara telah diserahkan kepada Penuntut Umum (JPU) untuk proses lanjutan.

Perangkat dea Bodag itu dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp50.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000.

“Kasus ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat Desa Bodag. Warga desa merasa dirugikan karena dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa malah diselewengkan oleh perangkat desa,” kata Agung.

Agung menambahkan, kasus itu juga menjadi pelajaran bagi perangkat desa lainnya agar tidak melakukan korupsi dana desa.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow di jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com