Terduga Penipu Kerja Australia di Jombang Pernah Kirim CPMI ke Korsel Secara Ilegal

Jombang, Jurnal Jatim – Belum selesai upaya penyelidikan kasus dugaan penipuan warga untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Australia. Muncul kembali informasi jika oknum terduga pelaku Ismuasih pernah memberangkatkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan secara Ilegal.

Berdasar informasi yang dihimpun, tindakan pengiriman CPMI tersebut terjadi setelah ada yang gagal berangkat ke Australia.

“Beberapa korban penipuan terhadap CPMI yang akan diberangkatkan ke Jeju korsel setelah mengalami gagal berangkat ke Australia yang dilakukan oleh I-S (pelaku penipuan),” ungkap Kacung dalam pesan diterima, Kamis (5/1/2023).

Menurut keterangan Kacung, pelaku akan memberangkatkan korban untuk bekerja di pertanian secara ilegal dengan menggunakan jasa tour untuk masuk Pulau Jeju, Korea Selatan.

“Na’asnya setelah sampai di jeju ditolak oleh pihak imigrasi karena ada kecurigaan saat ditanya oleh pihak imigrasi,” ungkap Kacung.

Akhirnya dilakukan penahanan dan disekap di ruangan selama 3 hari sebelum di kembalikan ke Indonesia. Dan teman yang lebih dulu menjalani proses di tempat yang sama menceritakan hal sama.

“Pernah dialaminya waktu diberangkatkan ke negara lain dengan cara yang sama yaitu lewat cara tour,” bebernya.

Untuk CPMI korban pemberangkatan ke Australia yang lainnya memilih mundur dan meminta uang kembali.

“Hingga kini hanya diberi janji untuk pengembalian uangnya tapi tidak pernah ditepati,” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan orang dari berbagai daerah diduga menjadi korban penipuan perempuan bernama Ismuasih (62) warga Dusun Juning, Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur.

Mereka menyetorkan sejumlah uang sebagai syarat penempatan kerja sebagai CPMI ke Negara Australia. Namun, sampai saat ini tak kunjung diberangkatkan ke Negeri Kanguru tersebut.

Para korban dugaan penipuan tawaran kerja ke Australia oleh terduga pelaku Ismuaseh beberkan sejumlah bukti.

Setelah diperiksa sekitar 12 jam oleh aparat kepolisian berbarengan dengan penerbitan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), korban mengungkap prosesnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.