Nahas, Supardi Ditemukan Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawahnya Jombang

Jombang, Jurnal Jatim– Supardi, (54) warga Dusun Candi, Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, Jombang tewas di sawah akibat terkena setrum jebakan tikus yang ia buat sendiri.

Peristiwa nahas akibat setrum jebakan tikus di sawahnya sendiri itu terjadi pada Jumat malam tadi, (6/1/2023).

“Kejadiannya diketahui sekitar pukul 18.00 sampai pukul 19.00, rumahnya di Sidomulyo, namun lokasi kejadiannya masuk di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang itu,” kata Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo, Bripka Nono Tri W.

Nono menjelaskan, jenazah pria paruh baya ini pertama kali diketahui keponakannya yang sedang mencarinya karena sejak sore hari belum pulang dari sawah.

Ia kemudian mencari pamannya di areal persawahan di perbatasan Desa Sidomulyo, Megaluh dan Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang.

“Di sana saksi melihat ada sepeda motor milik korban saja, dan setelah dilihat di sawah korban ternyata ditemukan sudah dalam posisi meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah itu, saksi minta tolong dan membawa korban ke rumah duka. Nono mengatakan, meski awalnya dikira meninggal karena sakit jantung, petani itu akhirnya diidentifikasi tewas karena tersengat listrik dari jebakan tikus yang ia pasang.

“Awalnya memang dikira sakit jantung, tapi setelah divisum ternyata ada luka bekas sengatan listrik dari kabel bagian punggung, penanganannya di Polsek Tembelang,” ujar dia.

Kapolsek Tembelang Jombang AKP Dandung membenarkan kejadian itu. Ia menyebut lokasi kejadiannya di desa Pesantren.

“Namun setelah dicek lokasinya masuk Desa Pesantren, sehingga kami tangani, proses visum dan identifikasi juga dilakukan tim INAFIS Polres Jombang tadi malam,” katanya, Sabtu (7/1/2023).

Ia menegaskan, dari pemeriksaan, dipastikan korban memang meninggal dunia lantaran tersengat listrik. Hal itu, dikuatkan sejumlah keterangan saksi yang menyebut korban pada malam itu memang tengah memasang jebakan tikus di sawahnya.

“Jadi posisi dia ini sedang memasang jebakan tikus, ternyata malah kena sendiri, sampai akhirnya meninggal itu,” ujar Dandung.

Ia juga memastikan tak ada bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Jasad Supardi langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi, sehingga langsung diserahkan untuk dimakamkan,” pungkas Dandung.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.