oleh

Sok Jagoan Pukuli Orang, 7 Pesilat Tertunduk Lesu saat di Polres Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Tujuh orang pesilat muda hanya bisa tertunduk lesu saat berada di Polres Jombang, Jawa Timur. Para pesilat dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) itu ditangkap Satreskrim Polres Jombang karena diduga mengeroyok lima orang pemuda lain.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan mengatakan dari tujuh orang yang diamankan, tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka terduga pelaku pengeroyokan terhadap lima orang pemuda di Alun-alun Jombang.

“Ada tujuh orang yang kita amankan. Empat orang saksi dan tiga orang terduga pelaku lainnya kita tetapkan tersangka dan ditahan,” katanya, Selasa (4/1/2022).

Mereka yakni WTN (19) dan YAS (17) asal Desa Puton, Kecamatan Diwek dan AA (17) warga Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jatim.

Teguh menjelaskan para pelaku tersebut diamankan pada Senin (3/1/2021) setelah pihaknya melakukan penyelidikan dari laporan kejadian pengeroyokan di alun-alun Jombang, pada Minggu (2/1/2021) jam 23.30 WIB.

“Sekelompok pelaku ini adalah salah satu perguruan silat yang pengakuannya mereka habis pertemuan di Diwek, Jombang,” kata Teguh menjelaskan.

Para pelaku saat itu bersama kelompok rekannya yang berjumlah sekitar 50 orang melakukan konvoi menggunakan sepeda motor. Ketika melintas di kawasan Alun-alun, mereka berhenti dan mendekati para korban yang sedang berfoto-foto.

“Salah satu pelaku kemudian melakukan pemukulan terhadap korban diikuti pelaku lainnya mengeroyok korban yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam pada muka dan tubuh,” ujarnya.

Para korban pengeroyokan yakni NBS (19) dan IS (16) asal Kabupaten Kediri serta FAV (16), ITU (17) dan FMK (15) warga Kabupaten Jombang.

Teguh menyebut, pemicu pengeroyokan yang dilakukan para pesilat sok jagoan tersebut diduga karena ketersinggungan tehadap korban yang saat itu sedang foto-foto dan seolah mengejek mereka.

Selain menangkap para terduga pelaku pengeroyokan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian dan dua unit kendaraan sepeda motor, yakni honda beat nopol S 5430 OAS dan honda PCX nopol S 2452 QBP yang digunakan sebagai sarana.

“Tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (1), (2) ke-1e KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkas Teguh.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel