oleh

Naik ke Tanggul Rel, Kakek di Jombang Meninggal Tersambar Kereta Api

Jombang, Jurnal Jatim – Perlintasan rel kereta Api di wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memakan korban. Seorang kakek tewas usai tertabrak KA yang melintas di jalur tersebut, Minggu (2/1/2022).

Korban bernama Di’in (72), warga Desa Brambang, Kecamatan Diwek, Jombang. Di’in meninggal dunia di tempat usai tersambar Kereta Api Mutiara Selatan relasi Bandung-Surabaya, sekitar jam 07.30 WIB.

“Benar, telah terjadi orang tertabrak KA tadi pagi di persawahan tepatnya jalan kereta api Dusun Pranggang, Desa Brambang, Kecamatan Diwek. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kapolsek Diwek, AKP Dwi Basuki dikonfirmasi Jurnal Jatim, Minggu sore.

Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban  berjalan dari area persawahan Dusun Pranggang, Desa Brambang hendak naik ke tanggul rel kereta api (KA).

Diduga karena korban tidak menengok kanan-kiri, sehingga tanpa disadarinya tengah melintas kereta api Mutiara Selatan dan langsung menyerempetnya. Korban terpental beberapa meter dari lokasi kejadian dan tewas seketika akibat luka serius di tubuhnya.

“Korban dari persawahan lalu berjalan menuju atau naik ke tanggul jalan kereta api. Korban tidak menyadari kereta api Mutiara Selatan berjalan dari arah barat ke timur dan akhirnya terserempet KA hingga terpental ke arah selatan jalan kereta api dan meninggal dunia di TKP,” ujar Dwi Basuki.

Kejadian itu lalu dilaporkan perangkat desa setempat ke Polsek Diwek. Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan menggali keterangan sejumlah saksi.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban sudah usia tua dan sering lupa ingatan,” ungkap Dwi Basuki.

Tim identifikasi Polres Jombang yang ada di lokasi melakukan pemeriksaan pada mayat korban. Petugas memastikan tewasnya korban murni disebabkan karena tersambar kereta dan tida ada unsur kekerasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah petani lansia tersebut diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga juga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi jenazah.

“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak berkenan untuk dilakukan autopsi jenazah,” kata Dwi Basuki memungkasi.

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel