oleh

5 Orang Camat Penyuap Bupati Nganjuk Dituntut Jaksa 2 Tahun Penjara

Surabaya, Jurnal Jatim – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nganjuk menuntut 5 orang camat nonaktif di Kabupaten Nganjuk yang tersandung dugaan kasus jual beli jabatan dengan Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat dengan hukuman masing-masing dua tahun penjara.

Kelima orang camat tersebut antara lain, Dupriyono; Camat Pace, Edi Srijanto; Camat Tanjunganom, Haryanto; Camat Berbek, Bambang Subagyo; Camat Loceret, dan Tri Basuki Widodo; Camat Sukomoro.

Mereka dianggap bersalah sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua, yakni pasal 5 ayat 1 huruf B UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 rahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Mohon pada majelis hakim agar menjatuhkan pidana pada masing-masing terdakwa sebagaimana dakwaan alternatif kedua,” ujar JPU Andie Wicaksono, membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Senin (1/11/2021).

Dalam tuntutan yang dibacakan secara bergantian itu, masing-masing terdakwa dituntut 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan masing-masing terdakwa dalan kasus tersebut adalah tindakannya dianggap tidak mendukung program pemerintah terkait pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan pertimbangan yang meringankan antara lain, masing-masing terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya.

Menanggapi tuntutan jaksa itu, ke lima terdakwa menyatakan menyerahkan pembelaannya pada masing-masing kuasa hukumnya.

“Saya serahkan pembelaannya pada kuasa hukum yang mulia,” ujar masing-masing terdakwa secara bergantian.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK dan Bareskrim Polri pada Minggu (9/5/2021) malam. Novi ditangkap diduga karena suap jual beli jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Nganjuk. Bersama bupati, turut ditangkap pula lima orang camat dan 1 orang ajudan.

 

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow Jurnaljatim.com di Google News.

 

Editor: Azriel