oleh

Legislator Ning Ema ingin petani milenial hasilkan komoditi khas Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Legislator DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah berkeinginan petani muda milenial di Jombang, Jawa Timur bangkit maju dengan peralatan canggih meneruskan petani tradisional dan mengembangkan produk komoditi Jombang.

Karena saat ini sudah dihadapkan pada teknologi yang canggih. Menurut dia, sekarang ini alat tanam, mesin dan alat potong padi yang moderen sudah ada.

Ema menyampaikan itu saat membuka acara bimbingan teknis peningkatan kapasitasa petani dan penyuluh pertanian di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021).

“Sekarang hari ini, dengan kecanggihan alat-alat mesin pertanian, komoditi-komoditi yang luar biasa, kami berharap petani muda di Jombang bisa menghasilkan sesuatu yang menjadi kebanggaan Jombang,” kata Ema usai membuka acara tersebut.

Ketika petani muda milenial maju, legislator komisi IV tersebut juga siap membimbing dan mendampingi hingga sukses, bahksa sampai mengekspor hasil pertaniannya ke Luar Negeri.

“Karena saat ini pertanian adalah Entrepreneur (wirausahawan) dari produk kita,” jelas wanita yang akrab disapa Ning Ema tersebut.

Legislator Ning Ema ingin petani milenial hasilkan komoditi khas Jombang

Kembangkan Potensi Jombang

Dari situ, anggota fraksi PPP tersebut berkeinginan mengembangkan sejumlah potensi di Jombang, di antaranya buah-buahan. Hal itu, seiring pemerintah menggalakkan menjadi bangsa sehat dan kuat, maka dalam setiap pola makan diharuskan mengonsumsi buah-buahan.

“Kami punya cita-cita One Village One Product movement, satu kampung bisa menghasilkan satu produk komiditas buah yang ada di Jombang,” ujar puteri Bupati Jombang Mundjidah Wahab itu.

Meskipun, kata dia, tidak secara keseluruhan, tetapi ia berharap Jombang bisa menghasilkan satu produk komoditi buah buahan yang ada di kabupaten Jombang.

Selain buah-buahan, komoditi lainnya adalah sayur- sayuran. Anggota DPR RI Fraksi PPP itu menyebut, sayuran hidroponik memiliki harga yang lebih mahal dibanding non hidroponik.

“Karena sayuran Hidrononik tidak menggunakan kimia dan semuanya organik. Ini nanti bisa dijual di toko-toko atau pasar modern.

Itulah jadi yang mendorong dirinya agar anak-anak muda bisa ber-entrepreneur di dalam bidang pertanian. Setelah panen, juga akan diberikan pelatihan pendidikan dengan hasil-hasil pertanian.

“Jadi mereka bisa mengolah hasil-hasil panen dan pasca panen juga bisa menghasilkan produk dari pertanian,” tuturnya.

Ning Ema berharap, Pemerintah daerah bisa bersinergi dengan program pemerintah pusat dengan mendorong dan mensupport dalam memberikan pembekalan pelatihan kepada generasi  muda milenial dalam bidang pertanian.

“Pemerintah pusat, Provinsi dan kabupaten memang ada program untuk petani muda milenial. Akan kita dorong terus Pemkab untuk memberi kesempatan kepada mereka (petani muda), karena mereka pasti mampu dan pasti bisa,” pungkasnya.

Legislator Ning Ema ingin petani milenial hasilkan komoditi khas Jombang

 

Editor: Hafid