oleh

Banjir Bandarkedungmulyo Jombang, Penyeberangan Kali Brantas Disetop

Jombang, Jurnal Jatim – Debit air Kali Brantas di wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus meningkat. Salah satu penyebab dari banjir luapan Sungai Avur Besuk di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang airnya mengalir ke sungai brantas.

Mengantisipasi terjadinya kecelakaan di sungai tersebut, Forpimcam setempat menghentikan atau menyetop sementara aktivitas jasa penyeberangan perahu apung atau tambangan di sungai brantas setempat.

Pihak kepolisian setempat juga telah memasang papan pengumuman atau imbauan penghentian sementara aktivitas jasa penyeberangan di sekitar sungai brantas.

Kepala Polisi Sektor Megaluh, Jombang, AKP Darmaji penghentian sementara aktivitas penyeberangan jalur alternatif Megaluh-Jatikalen-Plandaan tersebut atas kesepakatan bersama karena debit air kali brantas terpantau meningkat.

“Sekitar lima perahu penyeberangan di sini, ada yang sudah berhenti sendiri pas airnya naik. Namun ada satu yang masih beroperasi sehingga kita beri imbauan untuk berhenti sementara,” katanya kepada Jurnal Jatim, Jumat (5/2/2021).

Darmaji mengatakan imbauan untuk menghentikan sementara itu mulai hari Kamis 4 Februari 2021. Sebab, saat itu terpantau ada peningkatan debit aliran air sei brantas.

“Nah, demi keamanan dan keselamatan bersama, kami imbau masyarakat pengguna jasa untuk sementara waktu tidak menggunakan jasa penyeberangan sampai air surut dan situasi benar-benar aman,” imbau mantan Kapolsek BandarKedungmulyo ini.

Sementara itu, Imam, seorang warga pengguna jasa penyeberangan perahu asal Plandaan, Jombang, mengatakan dirinya harus memutar dengan jarak lebih jauh, yakni melalui jembatan Ploso.

“Ya, ini nanti pulangnya agak jauh lewat jembatan Ploso karena penyeberangan perahu ditutup (dihentikan),” kata Imam saat berada di Kecamatan Jombang.

Pun begitu, Imam menyadari dan tidak keberatan jika harus memutar dengan jarak tempuh lebih jauh. Dia menilai keputusan menghentikan aktivitas penyeberangan demi keselamatannya dan masyarakat lain.

“Tidak apa-apa memutar jauh. Ada pepatah, biar lambat asal selamat. Kan ini sifatnya sementara sekaligus demi keselamatan kita semua. Kita doakan air segera surut,” ujarnya.

Sebatas diketahui, banjir saat ini masih terjadi di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Banjir itu akibat luapan sungai Avur Besuk yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Brawijaya sejak Rabu (3/2/2021) malam.

Banjir menggenangi jalan raya nasional Surabaya-Madiun dan merendam 4 desa di Kecamatan Bandrakedungmulyo. Ratusan warga juga terpaksa dievakuasi petugas BPBD ke tempat yang lebih aman dari genangan air.

 

 

Editor: Azriel