oleh

Polda Jatim Tangkap Dua Pelaku Jual Beli Benih Lobster Ilegal di Blitar

Surabaya, Jurnal Jatim – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menangkap dua orang yang diduga pelaku jual beli benih lobster secara ilegal, CAN (24) warga Blitar dan IMA (38) asal Tulungagung, Jatim.

“Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan sebanyak 3.149 ekor benih lobster,” kata Direktur Polair Polda Jatim, Kombes Pol Arnapi, Jumat (22/1/2021).

Arnapi menjelaskan, pada Senin (18/1/2021) tim Intelair Subdit Gakkum Polda Jatim mendapatkan informasi akan terjadi transaksi jual beli benih lobster di wilayah pantai Jolo Sutro Blitar dan Tulung Agung.

Dari informasi tersebut, tim kemudian melakukan penyelidikan dan pendalaman. Dan ternyata, informasi itu benar.

“Dan benar di daerah Wates, Blitar sekitar pukul 13.00 WIB petugas memeriksa seseorang berinisial CAN sebagaimana informasi yang telah didapatkan,” katanya menjelaskan.

Dari tangan CAN, petugas mendapati empat kantong plastik di dalam tas punggung. Didalamnya berisi benih lobster dengan jumlah kurang lebih 797 ekor.

Lalu, CAN diintrogasi dan mendapatkan kembali benih lobter dirumahnya sebanyak lima kantong plastik berisi benih lobter, sebanyak kurang lebih 984 ekor.

“Tim kemudian bergerak menuju Tulungagung dan memeriksa seseorang dengan inisial IMA,” katanya.

Dari IMA, petugas mendapatkan 10 kantong plastik berisi benih lobster sebanyak 1.368 ekor yang ditempatkan dalam kendaraan.

Dari pengakuan IMA, benih lobster itu akan dijual kepada seseorang di wilayah Tulungagung dengan harga per ekor untuk jenis mutiara Rp30.000 dan untuk jenis pasir Rp9000.

“Kegiatan transaksi jual beli benih lobster yang dilakukan IMA dan CAN tidak dilengkapi dengan ijin,” jelasnya.

Ia menegaskan, tersangka CAN dan IMA disangkakan pasal 92 UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja Jo UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

“Ancaman hukuman paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” tutupnya.

 

 

Editor: Hafid