oleh

Pedagang dan Pelajar SMK di Nganjuk Ditangkap Usai Konsumsi Sabu

Nganjuk, Jurnal Jatim – Satresnarkoba Polres Nganjuk, Jawa Timur menangkap pelajar SMK di Nganjuk berinisial M.RS (16) usai mengonsumsi sabu bersama seorang pedagang berinisial MB (26), Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan keterangan tertulis dari kepolisian, remaja kelas X warga Kecamatan Tanjunganom itu diringkus di dalam rumah pelaku MB, desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Penangkapan MB dan M.RS merupakan hasil penyelidikan polisi yang menindaklanjuti informasi masyarakat. Setelah cukup bukti, petugas langsung menggerebek rumah pelaku MB.

“Saat petugas datang, MB berada di dalam rumah yang diduga saat itu sedang mengonsumsi sabu,” kata Kasubbaghumas Polres Nganjuk, Iptu Roni Yunimantara, Sabtu (2/1/2020).

Petugas kemudian menggeledah rumah MB. Alhasil ditemukan 1 plastik klip berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu seberat 0,44 gram dan 4 buah pipet kaca yang masih ada sisa sabu.

Selain itu, diamankan alat isap sabu, 1 buah korek api gas, 1 buah gunting, uang tunai hasil penjualan sabu Rp200 ribu di saku celana, 1 buah HP serta 1 unit sepeda motor Honda CBR nopol AG 3804 VS.

Roni mengatakan, hasil interogasi terhadap MB, mengaku bahwa sabu itu merupakan pesanan temannya warga Tanjunganom yang saat ini masih dikembangkan.

“Dia (MB) mengaku membeli sabu dari seseorang berinisial SA warga Tulungagung. SA saat ini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Roni.

Lebih lanjut Rony mengungkapkan, barang haram yang dibeli MB tersebut diambil bersama dengan M.RS yang juga sempat mengonsumsinya.

“Kemudian dilakukan penangkapan terhadap M.RSĀ  yang saat itu baru datang ke rumah MB,” ungkap Roni Yunimantara.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap M.RS, kedapatan barang bukti berupa 1 buah HP merek Vivo warna hitam yang disimpan disaku celana sebelah kiri depan.

Roni menambahkan, pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UURI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo UURI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

“Guna kepentingan proses sidik tersangka MB ditahan di Polres Nganjuk, sedangkan M. RS tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur,” pungkasnya.

 

 

Editor: Hafid