Munas dan Konbes NU Digelar 20-23 di Ponpes Ploso Kediri, Ini Bocoran yang Akan Dibahas

Kediri, Jurnal Jatim – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Acara sebagai rangkaian menuju Muktamar NU ke-35 tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Juni 2026. Sebanyak 500 orang, belum termasuk tamu undangan, para masyayikh, dan tokoh-tokoh akan hadir hadir.

Ketua Steering Committee (SC), Prof. Mohammad Nuh mengatakan bahwa Munas dan Konbes akan membahas berbagai materi strategis yang berkaitan isu keagamaan maupun rekomendasi organisasi yang akan dibawa ke Muktamar NU ke-35.

Salah satunya adalah usulan reformasi organisasi dan penguatan kelembagaan NU yang berasal dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

Selain itu, isu-isu keagamaan kontemporer juga akan menjadi perhatian, termasuk persoalan fikih yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan aset kripto.

“Masyarakat perlu mendapatkan kepastian panduan syariah terhadap berbagai perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu isu-isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan penting dalam Munas dan Konbes,” kata Nuh, usai Rakor final dan apel Banser di Ponpes Ploso Kediri.

Ketua Organizer Committee (OC) Munas-Konbes NU, Saifullah Yusuf menambahkan, Munas dan Konbes akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah daerah, pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan

Dia mengatakan salah satu usulan yang diperkirakan menjadi pembahasan menarik adalah pelembagaan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yang selama ini bersifat ad hoc saat proses pemilihan Rais Aam.

“Usulan ini nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Munas dan Konbes sebelum diputuskan dalam Muktamar,” ujar sekjen PBNU tersebut.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow  Jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com