Kediri, Jurnal Jatim – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) sebagai rangkaian menuju Muktamar NU ke-35 telah siap digelar di Pondok Pesantren Ploso, Kediri.
Kepastian kesiapan itu setelah dilakukannya rapat koordinasi (rakor) final dan apel Banser di lokasi, Selasa (16/6/2026).
Hadir langsung Ketua Organizer Committee (OC) Munas-Konbes NU, Saifullah Yusuf, Ketua Steering Committee (SC), Prof. Moh. Nuh, dan juga panitia lokal.
“Kami lakukan pengecekan akhir persiapan Munas dan Konbes insyaallah dilaksanakan pada 20, 21, dan 22 Juni. Kami sangat berterimakasih kepada Pondok Pesantren Ploso yang bukan hanya siap, tetapi sangat siap menjadi tuan rumah,” ujar Nuh.
Menurutnya Munas dan Konbes akan membahas berbagai materi strategis, berkaitan isu keagamaan maupun rekomendasi organisasi yang akan dibawa ke Muktamar NU ke-35.
Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah usulan reformasi organisasi dan penguatan kelembagaan NU yang berasal dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
Selain itu, isu-isu keagamaan kontemporer juga akan menjadi perhatian, termasuk persoalan fikih yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan aset kripto.
“Masyarakat perlu mendapatkan kepastian panduan syariah terhadap berbagai perkembangan teknologi yang terus berubah. Karena itu isu-isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan penting dalam Munas dan Konbes,” katanya.
Ketua Panitia Lokal, KH Moh. Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, menyampaikan seluruh panitia terus memaksimalkan persiapan agar pelaksanaan berjalan aman, nyaman, dan memberikan manfaat yang besar.
“Alhamdulillah, seluruh gambaran dan kebutuhan teknis sudah kami siapkan. Dalam dua hari ke depan akan mulai dilakukan berbagai pemasangan dan penataan akhir,” ujarnya.
Gus Kautsar menambahkan jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang, belum termasuk tamu undangan, para masyayikh, dan tokoh-tokoh yang akan hadir.
“Kami berharap Munas dan Konbes ini mampu menghadirkan sebanyak-banyaknya masyayikh untuk bersilaturahmi dan memberikan kontribusi pemikiran bagi NU,” kata Gus Kautsar.
Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com






