Kediri, Jurnal Jatim – Jenazah balita berinisial NZ (3), diduga korban penganiayaan di Kediri telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU), Kamis (16/4/2026) usai diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Jenazah dibawa ke pemakaman usai disalatkan dari rumah duka di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Ngronggo, Kediri, siang.
Kakak kandung korban, Mohamad Wahyudi, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami berharap kebenarannya terungkap dan pelakunya dihukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Wahyudi juga menyebut selama ini dirinya tidak tinggal serumah dengan korban, sehingga tidak mengetahui kondisi keseharian NZ secara detail.
Sementara itu, salah satu tetangga korban, Supraptini, mengungkapkan bahwa anak-anak di rumah tersebut dinilai kurang mendapatkan perhatian. Ia bahkan menyebut korban terlihat jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Anaknya kelihatan takut kalau ditanya. Kehidupannya lebih banyak di dalam rumah, jadi tidak banyak yang tahu kondisinya,” katanya.
Supraptini berharap apabila terbukti ada tindak kekerasan, pelaku dapat dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Sementara, kasus yang menggemparkan warga itu masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta pihak yang bertanggungjawab.
Diberitakan sebelumnya, seorang balita berinisial NZ (3), warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, ditemukan tewas di dalam rumahnya. Dia diduga menjadi korban penyiksaan lingkungan keluarga.
Kondisi korban sangat memprihatinkan, terdapat luka memar dan pembengkakan di wajah. Selain itu, sejumlah bagian tubuhnya juga luka lebam yang telah menghitam.






