Puluhan Tahun Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Petungroto Adukan ke Golkar

Kediri, Jurnal Jatim — Kondisi jalan berlubang yang selama puluhan tahun dikeluhkan warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akhirnya mendapat perhatian. Sejumlah titik jalan yang rusak mulai ditambal setelah warga menyampaikan aduan kepada DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri.

Penambalan jalan dilakukan pada Senin (14/9/2026), di kawasan lereng Gunung Wilis. Ruas tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Petungroto dengan desa lainnya sekaligus menjadi jalur aktivitas warga menuju kawasan wisata.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri yang juga anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setyawan, turun langsung meninjau sekaligus melakukan kegiatan penambalan jalan bersama masyarakat.

Hadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan warga yang selama ini harus beraktivitas melalui jalan dengan kondisi rusak dan berlubang.

“Masalah jalan yang berlubang ini sudah puluhan tahun, kata Pak Lurah tadi. Kami berusaha mendengar, melihat, serta menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Hadi.

Menurutnya, ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup panjang. Perbaikan kali ini dilakukan dengan semangat gotong royong dan menyesuaikan kemampuan.

“Kurang lebih ada tiga kilometer lebih jalan yang rusak. Nanti semampunya. Namanya gotong royong, masyarakat punya inisiatif untuk bersama-sama membangun desanya. Kami hadir bersama masyarakat,” ujarnya.

Hadi menegaskan, keberadaan pemerintah dan elemen masyarakat diharapkan dapat membantu menjawab persoalan yang selama ini dirasakan warga, terutama terkait infrastruktur dasar.

“Ini kami hadir sebagai bagian dari pemerintah dan bagian dari masyarakat. Kami support, bahwa apa yang dikeluhkan masyarakat tidak ditanggung sendiri, tetapi kami bersama-sama hadir,” imbuhnya.

Jalan tersebut menjadi salah satu akses utama warga. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalur itu juga dilalui anak-anak sekolah.

Hadi berharap perbaikan jalan dapat membuat perjalanan warga lebih aman dan nyaman.

“Harapannya pastinya dengan jalan lancar, adik-adik sekolah tidak ada masalah, bisa sampai dari rumah sampai tujuan dalam keadaan sehat dan baik, tidak ada kecelakaan,” katanya.

Tak hanya soal keselamatan, perbaikan jalan juga diharapkan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Selama ini, kondisi jalan yang rusak dinilai menjadi salah satu kendala mobilitas warga, terutama dalam aktivitas pertanian.

“Sekaligus harapan kami untuk menunjang ekonomi. Yang dulunya mungkin karena jalan, ekonominya terhambat. Hari ini kami berharap semoga dilancarkan jalan. Dengan lancarnya jalan, semoga juga dilancarkan usaha dalam bidang pertanian,” ujar Hadi.

Sementara itu, Kepala Dusun Petungroto, M. Latiful, mengatakan kerusakan jalan bukan persoalan baru. Banyak lubang ditemukan di sepanjang ruas jalan dan kondisinya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurutnya, warga sebenarnya tidak tinggal diam. Secara swadaya, masyarakat beberapa kali melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan yang rusak.

“Ini banyak lubangnya, banyak yang rusak. Warga juga sudah sering gotong royong,” kata Latiful.

Ia mengungkapkan, usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah pernah disampaikan. Namun, hingga kini belum seluruh ruas jalan yang diusulkan mendapatkan realisasi perbaikan.

“Sudah pernah (diusulkan), tapi mungkin tidak tahu, kok belum ada realisasi,” ujarnya.

Latiful menyebut sebelumnya pernah ada bantuan perbaikan di wilayah Petungroto, terutama di kawasan sebelah timur, sekitar wilayah Tagemeng. Namun, ruas di bagian barat masih banyak yang belum tersentuh perbaikan.

“Yang sebelah barat sini masih banyak yang dilupakan,” katanya.

Dengan adanya penambalan tersebut, warga berharap akses penghubung antardesa bisa kembali lebih nyaman dilalui. Perbaikan jalan juga diharapkan tidak berhenti pada penambalan sementara, tetapi ke depan mendapat perhatian untuk pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.

Bagi warga Petungroto, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung, tetapi menjadi urat nadi untuk sekolah, bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di lereng Wilis.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com