Hentakan Drum Semarakkan HUT ke-81 RI, Ribuan Siswa MI Meriahkan Parade di Kediri

Kediri, Jurnal Jatim – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kediri semakin meriah dengan digelarnya Parade Drumband Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kediri, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Kediri tersebut diikuti 51 kontingen dari 26 kecamatan. Ribuan peserta didik, pembina, dan pendamping turun ke jalan dengan menampilkan atraksi drumband, formasi kreatif, serta beragam lagu dalam balutan seragam warna-warni.

Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan, Harmoni Drumband Madrasah, Menuju Kediri Berbudaya”, parade ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pendidikan karakter bagi para siswa madrasah.

Setiap hentakan drum, tiupan alat musik, langkah yang serempak, dan formasi yang ditampilkan merupakan hasil dari proses latihan yang mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, serta keberanian untuk tampil di hadapan publik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, S.Ag., M.HI., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah memberikan kesempatan kepada Kemenag untuk turut menjadi bagian dalam rangkaian peringatan hari besar nasional.

“Pertama, kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Mas Bup, dan segenap panitia hari besar nasional yang telah memberikan waktu, kesempatan, serta memfasilitasi pelaksanaan parade drumband ini,” ujarnya.

Menurutnya, parade tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

Ia berharap kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar tersebut dapat menjadi agenda rutin dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari besar nasional.

“Ini merupakan ajang untuk terus meneguhkan rasa syukur kita atas kemerdekaan yang sudah diraih bangsa Indonesia. Mudah-mudahan penampilan hari ini menjadi agenda rutin dalam rangka merayakan peringatan hari besar nasional, khususnya kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Achmad Fa’iz menambahkan, parade tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi anak-anak madrasah.

“Dengan parade ini, anak-anak semakin semangat untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan menjadi semangat baru bagi kita, terutama dalam rangka merayakan sekaligus meramaikan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Subur Widono, S.STP., M.M Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri yang juga menjadi bagian dari Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) turut mengapresiasi pelaksanaan parade tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan peserta didik dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri itu menjadi sarana positif untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus semangat kebangsaan sejak usia dini.

Parade mengambil titik pemberangkatan dari Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri dan berakhir di kawasan depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. Sepanjang rute, masyarakat disuguhi penampilan berbagai kelompok drumband dari madrasah di Kabupaten Kediri.

Salah satu peserta, Vanessa Safiya Aurora, dari MI Baitul Hikmah Desa Margourip mengatakan dirinya bersama tim telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental selama kurang lebih satu bulan.

“Persiapannya latihan fisik, mental, dan yang paling penting melatih rasa percaya diri. Kami membawakan tiga lagu, yaitu Bunga Berguna, Stecu-Stecu, dan DJ Trompet,” tutur Vanessa.

Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi membuatnya lebih percaya diri. Sebelum tampil dalam parade HUT ke-81 RI, Vanessa bersama timnya bahkan pernah meraih Juara.

Bagi Vanessa, keikutsertaan dalam parade bukan sekadar tampil di hadapan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menambah wawasan, keberanian, dan pengalaman.

Peserta lain, Mahira Azkia Firdausi Nuzulia, siswa kelas 5 MI Raden Fatah Selorejo, Kecamatan Ringinrejo, juga mengaku tidak terlalu canggung tampil di hadapan banyak orang.

“Persiapannya banyak latihan dan belajar. Alhamdulillah tidak ada kesulitan sama sekali. Harapannya semoga sekolah kami semakin maju dan sukses,” ujar Mahira.

Antusiasme para peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat disampaikan melalui cara yang dekat dengan dunia anak-anak, yakni musik, gerak, kreativitas, dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar pertunjukan, parade ini mempertemukan madrasah dari 26 kecamatan dalam satu ruang kebersamaan. Perbedaan asal sekolah dan wilayah justru menjadi kekuatan yang memperkaya warna kegiatan.

Dari setiap hentakan drum, terpancar semangat perjuangan. Dari setiap langkah yang serempak, tumbuh nilai persatuan. Dan dari setiap penampilan, lahir kebanggaan terhadap seni, budaya, serta identitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Kediri berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi terus tumbuh menjadi nilai yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.