249 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Jombang

Jombang, Jurnal Jatim – Polres Jombang mencatat sebanyak 249 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Jombang, baik di jalan kabupaten, provinsi atau nasional.

Jumlah itu berdasarkan data di tahun 2025 kemarin, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlahnya hanya 239 orang.

“Korban meninggal dunia tahun ini naik 4,18 persen dibanding tahun 2024. Kami ikut berbelasungkawa kepada keluarga para korban,” kata kepala satuan lalu lintas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari, Sabtu (3/1/2026).

Selain itu, korban luka maupun kerugian materil juga meningkat. Pada 2024 jumlah korban luka berat 5 orang, luka ringan 1.863 orang dan kerugian materiil Rp1.620.400.000.

“Pada 2025, korban luka berat jumlahnya sebanyak 10 orang dan luka ringan 2002, serta kerugian materil Rp2.179.645.750,” ujarnya.

Meski demikian, Rita menyebut kasus kecelakaan di wilayah Kabupaten Jombang menurun drastis, jika dibandingkan tahun lalu turun hingga 16,58 persen.

“Tahun 2024 tercatat 1.116 kejadian, dan tahun ini jumlahnya ada 938 kejadian. Penurunan kasus laka ini seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas di jalan raya,” imbuhnya.

Menurut Rita, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kecelakaan di Kota Santri ini. Di antaranya faktor alam, jalan, kendaraan, pengemudi hingga teknologi.

Namun, berdasarkan catatan unitgakkum paling banyak disebabkan kurang hati-hatinya pengemudi. Mulai dari ugal-ugalan, hilang kesadaran mengantuk (kelelahan), tidak konsentrasi atau pelanggaran lalu lintas.

Kepolisian terus berupaya menekan kasus in,  terutama yang melibatkan anak-anak muda. Upaya yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi keselamatan serta tertib berlalulintas di sekolah maupun pondok pesantren.

“Kami terus memberikan edukasi keselamatan dan mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada di jalan raya,” kata Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menambahkan.

“Jangan sampai menjadi korban lakalantas, terlebih sebagai pelaku. Keselamatan adalah paling utama dalam berkendara,” sambungnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk terus tertib berlalulintas lintas agar tidak menjadi korban di jalanan.

Selain itu para orang tua agar was­pada dan tidak sembarangan memberikan fasilitas kendaraan bermotor pada anak-anaknya yang masih bersekolah.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com