Korban Keracunan Miras Gugat Vasa Hotel Surabaya Rp480 Juta Pertahun

Surabaya, – Tewasnya tiga personel band akibat () di Vasa Hotel Surabaya lalu rupanya masih menyisakan masalah.

Merasa tidak ada itikad baik, satu korban selamat dan satu korban yang tewas, menggugat Vasa Hotel beserta Bar Cruz Lounge sebesar Rp480 juta pertahun.

Yiska Yulia Tea, istri mendiang William Adolf Refly melalui pengacaranya Bobyanto Gunawan menyatakan, gugatan itu telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam kasus ini, pihak tergugat adalah Bar Cruz Lounge dan Vasa Hotel.

Ia menyebut, istri korban menuntut ganti rugi pada hotel bintang lima itu senilai Rp40 juta per bulan yang harus dibayarkan hingga dirinya berusia 60 tahun.

“Rp480 juta pertahun jika diakumulasikan, dan dibayar hingga umur klien kami 60 tahun,” tegasnya, Selasa (12/3/2024).

Ia menambahkan, meninggalnya William Adolf Refly karena keracunan miras saat berada di Bar Cruz Lounge tidak lepas dari kelalaian pihak bar dan Vasa Hotel. Menurut dia, Vasa Hotel merupakan penyedia tempat sekaligus zat kimia yang ada di dalam miras tersebut.

“Vasa yang harus bertanggungjawab karena mereka sebagai hotel bintang lima yang menyediakan tempat dan bahan berbahaya tersebut. Bartender hanya meracik saja dan mengikuti SOP yang ada di Bar Cruz Lounge yang ada di bawah pengawasan Vasa Hotel Surabaya,” katanya.

Menurut Boby, korban ketika itu membeli miras di bar tersebut. Karena itu, seharusnya pihak bar dan hotel melindungi keselamatan William selaku konsumen. Sehingga, kejadian itu disebutnya juga berpotensi untuk melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

“Mereka juga telah menyalahi undang-undang perlindungan konsumen,” ujarnya.

Yiska menambahkan, meski suami telah beberapa bulan berlalu, dirinya hingga kini masih terpukul. Tidak hanya dirinya yang merasa kehilangan, tetapi kedua anak mereka yang masih berusia delapan dan sepuluh tahun.

Sejak ditinggal sang suami, ia menyebut dirinya dan keluarga kerap kacau. Sebab, sang anak disebutnya masih sering menangis, tantrum dan belum stabil sejak ditinggal mati sang ayah.

“Pikiran saya tiap hari masih kacau. masih sering menangis, tantrum dan belum stabil karena telah ditinggal ayahnya,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, ia mengaku harus banting tulang sendirian. Hal itu terjadi karena selama ini sang suami adalah satu-satunya tulang punggung keluarga.

Dikonfirmasi apakah selama ini pihak hotel pernah menemuinya meski hanya sekedar berbela sungkawa, ia pun menepisnya. “Belum pernah mereka menemui kami. Dan tidak benar kami telah menerima santunan,” ujarnya.

Selain Yiska, Mitra Ohello, vokalis yang merupakan korban selamat keracunan miras juga menggugat Bar Cruz Lounge dan Vasa Hotel di PN Surabaya. Meski selamat, Mitra hingga kini masih menjalani perawatan untuk yang dideritanya usai meminum miras beracun tersebut.

Boby mengatakan, Mitra dalam gugatannya juga menuntut ganti rugi. Namun, nominalnya berbeda dengan yang diajukan Yiska. Boby menolak membeberkan nominal yang dituntut Mitra.

“Nanti akan kami sampaikan ketika sudah memasuki persidangan,” kata Boby.

Sementara itu, menanggapi gugatan ini, pihak Manajemen Vasa Hotel dan Bar Cruz Lounge melalui kuasa hukumnya, Tonic Tangkau menyatakan jika pihaknya telah berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Hanya saja, ia beralasan jika selama ini mereka kesulitan untuk menemui keduanya. Upaya itu, diklaimnya sudah dilakukan berkali-kali.

“Berkali-kali pihak Vasa mau berkomunikasi dengan Yiska dan Mitra, tetapi mereka selalu menghindar,” ujarnya.

Ia menyebut, kasus itu bukan kesalahan Hotel Vasa maupun Bar Cruz. Sebab, para korban membeli miras itu secara pribadi kepada bartender. Pihak hotel dan bar juga merasa kecolongan dengan transaksi itu.

“Yang pasti transaksi terjadi secara undertable tanpa sepengetahuan Cruz. Bayarnya secara pribadi ke rekening tersangka, tidak pakai nota (Bar) Cruz,” kata dia.

Meski begitu, pihak Cruz dan Vasa tidak lepas tangan begitu saja. Menurut Tonic, pihak manajemen telah berkomunikasi dengan keluarga korban Reza dan Indro.

“Anaknya mereka (almarhum Reza dan Indro) ada yang masih sekolah. Ditanggung biayanya mulai SD, SMP hingga ,” kata Tonic.

Tawaran yang sama sebenarnya juga akan diberikan kepada Yiska dan Mitra. Hanya, dia menyesalkan keduanya memilih untuk menggugat secara perdata. Padahal, pihak manajemen ingin masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kalau mereka mau menyelesaikan secara kekeluargaan, saya yakin tidak akan mengecewakan Yiska dan Mitra,” ujarnya.

Diketahui, para personel band Ogie and Friend sebelumnya keracunan miras usai tampil di Bar Cruz akhir tahun lalu. Tiga orang meninggal.

Di antaranya, William (drummer), Reza Ghulam Achmad (pemain saxophone) dan Indro Purnomo (sound engineer).

Mitra yang sempat kritis akhirnya berhasil diselamatkan. Bartender Arnold Zadrach Sintania telah ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Dapatkan update menarik hanya di .com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com