Nelayan Hilang di Pantai Pancer Door Pacitan Ditemukan Meninggal

Pacitan, Jurnal – Subandi (45), nelayan yang dilaporkan hilang di pantai pancer door Pacitan ditemukan meninggal dunia, Selasa (16/1/2024).

Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi ditemukannya pada hari sebelumnya, Senin, (15/1/2024) di penangkaran penyu Desa Kembang.

Pacitan AKP Sugeng Rusli Muslan membenarkan korban ditemukan tewas di perairan pantai pancer door Pacitan.

Sugeng mengatakan, nelayan itu ditemukan oleh petugas gabungan yang melakukan pencarian setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang di perairan tersebut.

“Ya betul pagi ini petugas gabungan telah berhasil evakuasi temuan mayat di perairan pancer door yang identik dengan ciri-ciri laporan orang hilang sehari sebelumnya,” ujarnya, Selasa (16/1/2024).

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika petugas Polairud dari Pelabuhan Tamperan Bripka Ribut menerima laporan dan segera bergerak menuju lokasi penemuan jasad korban.

Bersama Bhabinkamtibmas dan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), mereka melakukan evakuasi terhadap mayat yang ditemukan mengapung di perairan pantai.

“Mayat itu teridentifikasi mengenakan kaos lengan panjang warna abu-abu dan celana panjang warna hitam,” ujarnya.

Dikatakan Sugeng, informasi yang diterima menyebutkan korban adalah pemilik perahu yang ditemukan di tepi pantai pada hari sebelumnya.

“Diduga, korban meninggal dunia akibat ,” ucapnya.

Sugeng menambahkan bahwa para saksi yang terlibat dalam evakuasi antara lain Subali, warga Pacitan, dan Gatot Dwi Ananto bhabinkamtibmas Polsek Pacitan.

Ditemukan pula beberapa yang menjadi penanda lokasi penemuan, di antaranya satu buah kaos lengan panjang warna abu-abu, satu buah celana panjang warna hitam, dan satu buah jaring .

Kapolsek melakukan tindakan lanjut dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, menghubungi keluarga korban, serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sugeng menambahkan dari keterangan setelah dilakukan visum, tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda-tanda upaya menghilangkan nyawa orang lain pada korban.

“Oleh karena itu, dugaan sementara menyebutkan nelayan ini disebabkan kecelakaan laut di Pantai Pancer door Pacitan,” tandasnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di , Jangan lupa follow jurnaljatim.com dgoogle news instagram serta twitter Jurnaljatim.com