Viral Siswa SMA di Jombang Kejang Usai Dihukum Pushup, Kepala Sekolah Bilang Begini

Jombang, Jurnal Jatim – SMAN 3 Jombang memberikan penjelasan terkait video viral dua siswa kejang-kejang yang diduga usai dihukum fisik pushup hingga ratusan kali oleh guru.

Sebagaimana dalam rekaman video yang menyebar luas di media sosial, dua orang siswa laki-laki dan perempuan kejang-kejang di sebuah ruangan. Tampak sejumlah siswa lainnya berusaha menanganinya.

Kepala SMAN 3 Jombang, Fatoni mengatakan kejadian itu pada Senin (12/12/2022) siang. Pun demikian ia membantah siswa kejang-kejang karena hukuman dari pihak sekolah.

“Tidak benar jika mereka (siswa) itu kejang karena dihukum Pushup sebagaimana pada video yang beredar. Tapi siswa itu kram saat bercanda dengan teman-temannya di kelas,” kata Fatoni, Rabu (14/12/2022).

Saat kejadian, kata Fatoni, dirinya berada di ruangan kerjanya. Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB mendapatkan laporan ada siswa kram (kejang) di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) saat bermain di ruang kelas.

“(Siswa) kram-nya di kelas, saat dia dengan teman-temannya guyon (bercanda), akhirnya dibawa ke UKS. Kemudian di UKS ditolong petugas UKS, guru-guru termasuk saya,” kata mantan kepala SMAN 1 Jombang ini.

Karena kondisi kedua siswa itu tidak segera membaik, lantas Fatoni membawa mereka ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD Jombang untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

“Setelah ditangani UKS Kok belum sembuh, karena minimnya peralatan di UKS, maka atas inisiatif saya, mereka saya bawa ke IGD RSUD Jombang untuk mendapat pengobatan. Kedua orang tua dan saudaranya terdekat juga kita hubungi,” katanya.

Saat di rumah sakit, kedua siswa itu disuntik dan diberikan oksigen. 10 menit kemudian, Fatoni menyebut, kedua siswa itu cenger atau normal kembali.

Lantas dokter yang menangani menyarankan beristirahat 1 jam. Dalam pemeriksaan ulang, dokter menyampaikan tidak ada masalah pada mereka.

Pun demikian, pria yang baru dua minggu menjabat sebagai kepala SMAN 3 Jombang itu tetap menanyakan kepada dokter perihal penyebab anak didiknya kejang-kejang.

Menurut Fatoni, dokter itu menjelaskan jika siswa itu tidak bisa mengontrol emosional sehingga terjadi kejang. “Kata dokter, kondisi seperti ini sering terjadi pada anak di usia remaja,” ujarnya.

Satu jam kemudian, kedua muridnya ditanya kondisinya. Dikatakan Fatoni, mereka mengaku sudah sehat. Begitupun juga pihak dokter menyatakan tidak ada masalah.

“Mereka (siswa) saya tanya kondisinya dan menjawab sudah sehat. Lalu saya antarkan sendiri pung ke rumahnya masing-masing,” tandasnya.

Ia memastikan saat ini siswa berinisial ICK (17) dan siswi NS (17) itu kondisinya sudah sehat. Keduanya juga sudah aktif sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti siswa lainnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.