Selamatkan Lingkungan, Kabupaten Nganjuk Giatkan Gerakan Tanam 134 Ribu Pohon

Nganjuk, Jurnal Jatim – Sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan sekitar dari bencana banjir dan tanah longsor Kabupaten Nganjuk mencanangkan gerakan menanam 134.000 pohon jelang akhir 2022 ini.

Gerakan menanam pohon yang digagas oleh dinas pendidikan (disdik) kabupaten Nganjuk itu juga untuk menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ki Hajar Dewantara pada tahun 2023 mendatang.

Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk Sopingi mengungkapkan dalam gerakan penanaman pohon kembali itu melibatkan seluruh guru dan murid Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Nganjuk.

Sebelum meluncurkan gagasan iti, Sopingi mengatakan bahwa pihaknya terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Disdik Kabupaten Nganjuk.

“Alhamdulillah gayung bersambut, semua sepakat kita mengadakan gerakan bersama menanam pohon. Ini juga merupakan sedekah oksigen untuk lingkungan yang kita tempati,” jelas Sopingi Sabtu (12/12/2022).

Dirinya pun berharap semuanya memiliki kesadaran akan pentingnya menanam pohon kembali bagi lingkungan guna mencegah terjadinya bencana alam.

Untuk menyukseskan gerakan itu, Sopingi menyebutkan pihaknya telah mengirimkan surat ke Korwil Kecamatan, serta Kepala SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Nganjuk.

Gerakan menanam pohon itu ditargetkan sebanyak 134.000 pohon ditanam pada bulan Desember 2022 ini.

“Angka 134.000 pohon dimaksudkan untuk menyongsong Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei 2023. Sekaligus memperingati Hari Lahirnya Ki Hajar Dewantara ke-134 tahun,” bebernya.

Dalam gerakan tersebut tiap-tiap siswa SD dan SMP diimbau menanam satu pohon. Para siswa diperbolehkan melakukan pembibitan sendiri, baik pembibitan melalui biji maupun dengan cara pencakokan atau stek batang. Sedangkan untuk para guru diwajibkan masing-masing menanam dua bibit pohon.

“Termasuk insan pendidikan di Disdik Kabupaten Nganjuk. Mulai dari staf wajib menanam dua pohon, Kasi menanam tiga pohon dan Kabid menanam lima pohon,” ujarnya.

Ia menambahkan lokasi penanaman pohon kembali dapat dilakukan di pekarangan masing-masing. Ataupun juga dapat di tempat umum dan pinggir jalan dengan catatan harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemangku wilayah masing-masing.

“Kepala Sekolah silakan berkoordinasi dengan Kepala Desa dan pemangku kepentingan masing-masing,” imbuhnya. [PING].

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, Jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com.