Seratusan Orang Pelaku Kejahatan di Kabupaten Nganjuk Dibekuk Polisi

Nganjuk, Jurnal Jatim – Sebanyak seratusan orang pelaku kejahatan dibekuk aparat polisi selama operasi sikat dan tumpas narkoba semeru 2022 di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ratusan orang tersangka berbagai kejahatan di Nganjuk, Jawa Timur tersebut langsung dijebloskan ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Para tersangka sudah dilakukan penahanan di rutan Polres Nganjuk,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang pada Senin (3/10/2022).

Boy mengatakan operasi Sikat Semeru 2022 pada 19 sampai 30 September 2022, Polres Nganjuk mengungkap 15 kasus dengan 71 orang tersangka.

Rincinya kasus Curat (pencurian dengan pemberatan) sebanyak 9 kasus, lalu kasus pencurian motor ada 3 kasus, dan kejahatan jalanan sebanyak 2 kasus.

Adapun hasil Operasi Tumpas Semeru pada 22 Agustus hingga 2 September adalah 24 kasus. Sebanyak 6 di antaranya merupakan perkara narkotika, sementara sisanya terkait obat keras dan berbahaya.

Jumlah tersangka yang ditangkap 29 orang. Dengan demikian jumlah tersangka kasus yang diungkap selama operasi sikat dan tumpas Semeru 2022 sebanyak 100 orang.

Boy Jeckson menyebut Polres Nganjuk akan menindaktegas kepada pelaku dan calon pelaku yang akan berbuat kejahatan apapun di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Kami akan menindaktegas semua pelaku kejahatan di Kabupaten Nganjuk,” tegas Boy.

Menurutnya, Polres Nganjuk berkomitmen melindungi masyarakat dari segala tindak kejahatan, mulai kejahatan jalanan, penyakit masyarakat (Pekat), aksi premanisme dan penyalahgunaan narkoba.

”Sekali lagi kami tegaskan, jangan coba-coba berbuat jahat atau perbuatan apapun yang merusak tatanan harmonis di Kabupaten Nganjuk. Mari bersama-sama jaga kemanan dan kenyamanan masyarakat,” tandasnya.

Dapatkan update berita menarik hanya di Jurnaljatim.com, jangan lupa follow jurnaljatim.com di google news instagram serta twitter Jurnaljatim.com

Di kesempatan itu, Boy juga mengembalikan sepeda motor kepada Nur (55), korban kejahatan curanmor di wilayah Kecamatan Tanjunganom.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Nganjuk dan jajarannya yang telah bekerja keras mengungkap kasus yang dialami anak saya. Tidak menyangka motor anak saya ini bisa kembali,” ungkap Nur.